32 Desa di Bengkalis Sukses Ikuti Pilkades Serentak, Tapi Sengketa Perolehan Suara Mulai Muncul

Diterbitkan Tanggal: 03 / 11 / 18

Kategori: | Bengkalis, POLITIK, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2018 di Kabupaten Bengkalis diikuti 32 Desa yang telah terlaksana pada hari Rabu (31/10/18) kemarin berjalan aman dan kondusif.

Namun dari penghitungan sementara, yang diterima Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bengkalis, ditemukan ada beberapa Desa yang berpotensi terjadi perselisihan Pilkades.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Bengkalis tentang Perselisihan Pilkades, bahwa calon yang kalah kurang dari dua persen bisa mengajukan permohonan perselisihan Pilkades.

Terkait hal ini, Kepala DPMD Bengkalis Yuhelmi menjelaskan, ada beberapa desa yang calonnya memenangkan di bawah dua persen. Sehingga pemenang kedua bisa mengajukan perselisihan Pilkades ke pihak DPMD Bengkalis.

“Sedangkan sisanya yang mengikuti Pilkades serentak, dalam perhitungan suara sementara, tidak ada celah mengajukan laporan perselisihan, karena peraih suara terbanyak lebih dari dua persen, “terangnya, Sabtu (03/11/18) kepada wartawan.

Beberapa desa yang akan terjadi perselisihan peraih suara seperti Desa Sejangat, Desa Kelapapati, Desa Pangkalan Nyirih, Desa Bumbung. Dan saat ini baru satu desa yang membuat laporan perselisihan, yakni Desa Pangkalan Nyirih.

“Jadi, untuk penyelesaian perselisihan hasil Pilkades ini, akan ditindaklanjuti pihak Kecamatan setempat, dengan melakukan tindakan klarifikasi dan pembuktian dari persoalan perselisihan tersebut.

Hasilnya nanti, dilakukan pembahasan dengan tim di Kabupaten untuk mengambil keputusan, apakah nantinya ada temuan pelanggaran apa tidak.

Apabila temuan tersebut terbukti, maka kemungkinan terburuk akan dilakukan pemilihan ulang di tempat pemungutan suara (TPS) yang bermasalah sesuai laporan yang diterima.

“Untuk masa pelaporan, akan diterima panitia Pilkades setelah dua hari proses pleno penghitungan suara selesai dilaksanakan, paling lambat sekitar 5 November. Dan saat ini pleno masih berlangsung, “ungkap Yuhelmi.

Dia juga sampaikan, untuk rencana pelantikan Cakades terpilih tersebut, sekitar tanggal 10-20 Desember tahun ini, apakah nantinya secara serentak di lokasi yang sama, atau dilaksanakan di setiap Kecamatan, “kita tunggu saja teknisnya yang terbaik seperti apa, “jelasnya lagi.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!