Toto Suryanto: Pemohon Paspor Memanipulasi Data, Bisa Dikenakan Pidana dan Denda

Diterbitkan Tanggal: 29 / 10 / 18

Kategori: | Bengkalis, PELAYANAN, TODAY |

Toto Suryanto

 

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Imigrasi Kelas II Bengkalis terus melakukan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat yang melakukan permohonan pembuatan Parport. Sehingga dalam menyampaikan Interview (wawawancara), masyarakat harus sesuai dengan data yang ada.

Demikian yang disampaikan Kepala Imigrasi Bengkalis, Toto Suryanto, bahwa pihaknya sesuai pesan dari pimpinan dalam pengabdian kepada masyarakat, untuk membentuk pelayanan publik terbaik dengan berbasis HAM mencapai 15 kriteria.

“Seperti, ada ruang menyusui bagi mohon, ruang bermain anak-anak, tempat ibadah, ruang tunggu harus nyaman dan sebagainya. Namun karena lokasi Kantor kita tidak begitu luas, maka untuk memenuhi 15 kriteria berbasis HAM ini belum terpenuhi semuanya, “ungkapnya, Senin (29/10/18).

Meskipun begitu, terang dia, dalam pelayanan di Imigrasi Bengkalis sesuai pendapat dari masyarakat sudah cukup memuaskan.

Selain itu, pihak Imigrasi Bengkalis juga dalam pelayanan sudah memakai aplikasi antrian. Namun penggunanya tidak banyak, lantaran pemohon di Imigrasi Bengkalis tidak banyak kecuali hari-hari tertentu.

“Kita juga meminta kepada pemohon, seandainya pada awalnya sudah punya paspor, namun sudah habis masa berlaku atau hilang, ketika melakukan permohonan jangan membuat paspor baru, karena nantinya akan menimbulkan persoalan baru, yang menyulitkan pemohon, “terang Toto.

Karena, dia tegaskan, apabila nanti memasukan sidik jari secara otomatis akan ditolak sistem, karena data di pusat sudah ada sebelumnya, mengakibatkan dana yang sudah ditransfer untuk pembuatan parpor akan hangus.

“Bahkan, bagi pemohon yang berbohong terkait data paspor, yang merupakan dokumen negara, maka bisa kita pidanakan dengan penjara 5 tahun dan denda Rp500 juta rupiah, “tutup dia.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!