Pengantar Pelaku Yang Menikam Zul Asmawi Hingga Tewas, Dituntut JPU 5 Tahun Penjara

Diterbitkan Tanggal: 24 / 10 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

Ilustrasi

 

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Sidang lanjutan dengan agenda tuntutan terkait peristiwa penikaman di Jalan Kelapapati Laut, Gang Senyum, Kec. Bengkalis, Kab. Bengkalis-Riau terhadap anak dibawah umur, kembali berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Rabu (24/10/18) siang sekitar 14.30 WIB.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, Irvan Rahmadani Prayugo, SH menuntut kepada terdakwa Muhklis bin Bojal (16) dengan tuntut 5 tahun penjara, dikenakan pasal 340. Karena menurut JPU terdakwa ikut serta melakukan aksinya bersama terdakwa Muhammad Alhafis Alias Bedoy (20) hingga sampai menewaskan, Zul Asmawi (20).

Usai sidang tuntutan, pada hari ini juga dilanjutkan dengan agenda pledoi (pembelaan) yang dibacakan oleh Penasehat Hukum (PH) berjumlah dua orang, yakni Helmi Syafrizal, SH dan Farizal, SH, dimulai sekitar pukul 16.15 WIB.

Dalam pembelaan dihadapan majelis hakim, kedua PH meminta untuk menjatuhi hukuman terhadap terdakwa seringan-ringannya. Karena fakta di lapangan, tuntutan JPU tidak sesuai pasal yang dikenakan terhadap terdakwa.

“Hal ini sesuai sistem peradilan anak, dengan pasal 351 junto pasal 56 ayat 2 KUHP junto UU No 11 tahun 2012, “ujarnya.

Sidang ini dengan tertutup yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sutarno, SH. MH, dengan didampingi dua anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH.

Agenda selanjutnya akan dilaksanakan besok pada hari Kamis (25/10/18), dengan agenda putusan dari Majelis Hakim.

Sebelumnya telah diberitakan, karena dalam sidang perkara peristiwa penikaman hingga mengakibatkan tewasnya warga Kelapapati Laut, Gang Senyum, Zul Asmawi (20), terdakwa ada satu anak dibawah umur, maka proses sidang terpisah terhadap dua terdakwa, yakni Muhklis bin Bojal (16) dan Muhammad Alhafis Alias Bedoy (20), dengan waktu dan hari yang berbeda.

Untuk terdakwa Muhammad Alhafis Alias Bedoy (20), yang merupakan pelaku penikaman terhadap korban Zul Asmawi hingga sampai meninggal, akan kembali disidangkan pada hari Selasa (30/10/18) pekan depan, dengan agenda tuntutan dari JPU.

Sementara, Majelis Hakim yang menyidangkan terdakwa Muhammad Alhafis Alias Bedoy (20), dipimpin oleh Ketua Zia Ul Jannah, SH, dengan didampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola.

Pada awalnya, Muhammad Alhafis Alias Bedoy (20) tidak kenal dengan korban (Zul Asmawi), namun karena adiknya dipukul oleh korban, Bedoy ini mencari tahu siapa orang yang sampai berani pemukul adiknya, dengan menjumpai Muhklis bin Bojal.

Karena Muhklis dianggap pelaku kenal terhadap korban, diminta untuk mengantarnya menggunakan sepeda motor metik, untuk menjumpai korban di Gang Senyum, jalan Kelapapati Laut, RT03/RW06 Senin (16/07/18) sekitar pukul 22.30 WIB lalu.

Setelah keduanya (Bedoy&Zul Asmawi) bertatap muka di Gang Senyum, jalan Kelapapati Laut, terjadilah cekcok. Saat itu terdakwa Bedoy mengeluarkan sebilah pisau dapur (telah disiapkan sebelumnya), dan langsung menikam korban di dada sebelah kiri hingga tembus paru-paru, setelah itu Bedoy bersama temannya (Muhklis) kabur mengarah ke Desa Pangkalan Batang, Kec. Bengkalis.

Meskipun ketiga teman korban yang sebelumnya tidak menyadari bahwa Zul Asmawi sampai ditikam pelaku, dengan melakukan pertolongan membawa korban ke RSUD jalan Kelapapati Tengah, yang tidak jauh dengan TKP, namun nyawa korban tetap tidak bisa diselamatkan.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!