Bayi Tak Bernyawa Baru Lahir Kembali Ditemukan Di Siak Kecil, Gantung di Dinding Rumah Kosong

Diterbitkan Tanggal: 20 / 10 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Belum hilang ingatan dari salah satu warga Kecamatan Siak Kecil, yang temukan bayi berjenis perempuan baru lahir dalam bungkusan plastik hitam, di lokasi kedai premium, dalam keadaan hidup.

Kali ini, salah satu warga di Kecamatan Siak Kecil, kembali temukan bayi baru lahir, yang dibungkus dalam plastik hitam, tergantung didinding rumah kosong, jalan BOB RT/RW:19/10, Dusun Rumbai Jaya, Desa Lubuk Gaung Kec. Siak Kecil, Kab. Bengkalis-Riau, Sabtu (20/10/18) pukul 06:00 WIB

Berdasarkan keterangan Kapolsek Siak Kecil IPTU Sunaryo, SH,MH kepada RRI Sabtu,20 Oktober 2018, penemuan bayi perempuan yang sudah tidak bernyawa lagi ditemukan warga yang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Ya mayat bayi perempuan ini mulanya ditemukan warga bernama Nurwadi dan istrinya warga di sekitar TKP pagi tadi pukul 6:00 WIB, saat akan mengambil air, “kata Kapolsek Siak Kecil IPTU Sunaryo.

Dijelaskan, setelah melihat kantong plastik tergantung di rumah kosong tersebut, Nurwadi curiga ia langsung memanggil istrinya Rusmaini untuk melihat secara langsung, dan ternyata di kantong plastik ditemukan bayi perempuan yang tidak diketahui asal usulnya dalam keadaan tidak bernyawa.

“Dengan melihat kejadian ini Nurwadi melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Dusun (Kadus) Jon Firmansyah dan kita menerima laporan tersebut dari Kadus dan langsung ke TKP, “ungkap Kapolsek lagi.

Saat ini bayi di bawa ke puskesmas setempat untuk dilakukan Visum dan setelah itu warga setempat akan menguburkannya.

Kapolsek menyebutkan penemuan bayi pada bulan ini yang kedua kalinya, untuk itu Kapolsek mengharapkan pada masyarakat Siak Kecil mohon bantuan dan partisipasinya membantu tugas Polisi untuk mengungkap hal ini.

“Karena tanpa bantuan masyarakat, kami tidak akan maksimal dalam pengungkapan perkara ini, namun kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan siapa pelaku dibalik ini semua, “pungkasnya.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!