Gedung Daerah Bengkalis Serap Puluhan Milyar “Tak Terawat” Macam Sarang Hantu

Diterbitkan Tanggal: 19 / 10 / 18

Kategori: | Bengkalis, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Jika melintas di ruas Jalan Jend. Ahmad Yani Bengkalis. Maka pengendara baik kendaraan roda empat dan roda dua, akan melihat bangunan megah yang sampai hari ini tidak bisa difungsikan.

Bangunan megah Gedung Daerah Bengkalis dengan ciri khas arsitektur modern campuran, dan terdapat motif ukiran melayu Riau pada bagian sisi depan gedung itu, sejak 2016 lalu tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Bahkan, sudah hampir dua kali ganti kepala daerah (Bupati). Bangunan itu tetap saja masih terbengkalai.

Gedung megah yang terletak di jantung kota Bengkalis, bersebelahan dengan Lapangan Tugu, tempat dilaksanakannya acara-acara pemerintah daerah tersebut, kekinian tampak jadi “sarang hantu”, atau menjadi bangunan mangkrak yang mulai dipenuhi rerumputan yang subur, serta kondisi jendela yang sudah lapuk.

Sejak dihentikan pembangunannya Tahun 2016 lalu, tidak lagi ada aktifitas perawatan dan perbaikan gedung. Justru sebaliknya, kondisi sejumlah perlengkapan tampak sudah banyak yang hilang.

Pantauan, Kamis (18/10/2018) kemarin. Terlihat dari dekat, bagian halaman gedung itu sudah mulai ditumbuhi rerumputan dan semak yang mulai meninggi. Aset seperti Air Conditioner (AC) yang sempat terpasang disejumlah titik, satu persatu mulai raib. Struktur bangunannya juga sudah mulai ada yang rusak, kerusakan terjadi cukup parah pada bagian plafon, dan jendela. Begitupun pagar yang mengelilinginya.

Bangunan ini juga kerap menjadi tempat bermain muda-mudi dan anak-anak, tak jarang ada yang memanjat bangunan hingga ke atas atap gedung, guna mengabadikan momen berfoto, melalui kamera ponsel cerdas milik mereka. Mirisnya, lagi gedung itu sama sekali tidak ada penjaga yang ditempatkan khusus, untuk mengamankan aset di dalam gedung yang menurut rencana akan dijadikan, tempat pertemuan dan rapat akbar kegiatan Pemkab Bengkalis.

Hampir puluhan miliar dana APBD Bengkalis tercurah dipembangunan Gedung Daerah Bengkalis itu. Belakangan proses penganggarannya menjadi incaran aparat hukum, di Negeri Melayu, dan pernah diproses di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Ada yang menyebutkan hampir sekitar Rp. 49 miliar dana dihabiskan untuk pembangunannya. Ada juga yang menyebutkan sudah menelan anggaran sebesar Rp. 50 miliar lebih. Sementara, niat BPK RI melakukan audit, sesuai permintaan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, sampai hari ini belum diketahui titik temunya.

Beberapa kali juga, pembangunan gedung daerah dengan anggaran cukup fantastis tersebut, jadi bulan-bulanan anggota Komisi II DPRD Bengkalis. DPRD Bengkalis menilai pembangunan gedung itu sendiri sudah memakan waktu tujuh tahun anggaran namun tak kunjung selesai. Pada 2014 dan 2015, pekerjaan bangunan bertingkat ini sudah memasuki tahap finishing, kenyataannya tahun 2016 juga kembali dialokasikan dana Rp. 3 miliar juga untuk pekerjaannya.

“Inilah kondisi bangunan Gedung Daerah yang sampai hari ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Mubazir jelasnya, karena gedung ini sudah kali ganti kepala daerah, belum bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya,”tutur Beben, warga Kota Bengkalis yang tak sengaja parkir di depan Gedung Daerah Bengkalis.

Senada diutarakan Yulianto, warga lainnya, jika pembangunan Gedung Daerah Bengkalis ini sejak zaman Bupati Bengkalis Syamsurizal, kemudian pembangunannya berlanjut ke Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, hingga saat ini tidak jelas nasibnya di zaman Bupati Amril Mukminin.

“Kabarnya proyek Gedung Daerah Bengkalis ini bermasalah, tapi sampai detik ini tidak ada yang terjerat hukum, sepertinya sudah “masuk angin”,”tutur Yulianto yang juga Ketua DPC Lasmura Bengkalis ini sambil mengamati struktur bangunan dari kejauhan.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!