Hari Terakhir Pendaftaran CPNS Meranti: 2896 Mendaftar, 286 Tak Lolos Administrasi

Diterbitkan Tanggal: 15 / 10 / 18

Kategori: | Meranti, OTONOMI, TODAY |

Ilustrasi

 

RIAUEXPRESS, MERANTI – Waktu Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Kepulauan Meranti untuk melakukan pendaftaran akan berakhir pada hari ini pukul 24.00 WIB nanti malam, Senin (15/10/18).

Dari data sementara yang masuk ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Meranti, sebanyak 2896 telah melakukan proses pendaftaran di Aplikasi Online Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.

Namun dari jumlah 2896 orang mencalonkan ini, setelah melalui berbagai proses verifikasi, ditemukan 286 orang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Sehingga yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) berjumlah 2610 pelamar.

Dan bagi masyarakat yang ingin mendaftar CPNS Kabupaten Kepulauan Meranti, masih dibuka kesempatan hingga pukul 24.00 WIB sebelum ditutup sesuai surat edaran yang telah disampaikan.

Pihak Pemkab. Meranti sesuai edaran dari Pusat, bahwa membuka pendaftaran CPNS ini mulai tanggal 26 September 2018 lalu, dan sudah sebanyak 2896 orang telah mendaftar secara Online.

“Cukup menggembirakan, sebagian besar pelamar CPNS Kepulauan Meranti didominasi oleh putra daerah, yang telah terdata di Database BKN RI, “ujar Sekretaris BKD Meranti Bakharuddin didampingi Kabag Humas dan Protokol Meranti Hery Saputra SH pagi tadi.

“Bagi pelamar yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), tidak bisa dirubah atau diperbaiki lagi, karena data yang dikeluarkan oleh BKN RI dan diserahkan ke BKD Meranti tersebut sudah final, “ujarnya.

Bakharuddin sampaikan, bahwa pengumuman hasil verifikasi administrasi seleksi CPNS Kabupaten Meranti diperkirakan pada tanggal 19 Oktober 2018 mendatang, setelah pihak BKD menggelar rapat.

286 orang pelamar CPNS Meranti yang tidak lolos seleksi administrasi adalah diantaranya, karena tidak teliti dalam mengupload data yang diminta aplikasi online BKN RI, seperti  ijazah dan transkrip nilai yang di upload tidak yang asli (fotocopy).

Selanjutnya ada juga tujuan pelamar salah, karena nilai IPK pelamar tidak mencukupi, serta bahkan ada ditemukan kualifikasi pendidikan pelamar tidak sesuai dengan formasi yang ada.**

 

Laporan: Martin Raigon. S

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!