Pelaksanaan Proyek di Bengkalis Waktu Sempit, Kontraktor Diminta Lakukan Perjanjian dengan OPD, Sanggup ?

Diterbitkan Tanggal: 01 / 10 / 18

Kategori: | Bengkalis, OTONOMI, TODAY |

Ilustrasi

 

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Pasca telah disahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 diakhir bulan September ini, seluruh SOPD Pemkab Bengkalis diintruksikan membuat perjanjian dengan rekanan pelaksana.

Intruksi perjanjian antara SOPD dengan kontraktor ini disampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, apabila nantinya pekerjaan tidak selesai atau kondisi keuangan di APBD-P 2018 ini pailit.

“Sehingga, ketika tahun anggaran 2018 ini uang untuk pembayaran tidak ada, maka rekanan harus menantangni perjanjian dengan SOPD terkait, agar sanggup untuk dibayarkan di tahun anggaran 2019, “ujarnya kepada sejumlah wartawan, Sabtu (29/09/18).

Dijelaskan, perjanjian antara SOPD dengan kontraktor tersebut sangat baik, sebagai upaya antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, setelah kegiatan proyek itu dilaksanakan.

“Artinya, perjanjian ini tergantung pihak rekanan, setuju atau tidak. Karena daripada timbul persoalan saat pekerjaan selesai, uang tidak ada. Kita belajar pengalaman sebelumnya, jangan sampai terjadi demo-demo lagi, hanya karena mengalami tunda bayar, “tambah Bupati.

Menurut dia, dalam waktu pelaksanaan pekerjaan sudah ada aturan baru. Yang sebelumnya waktu pekerjaaan, penambahan hanya 50 hari kalender. Namun untuk aturan baru ini, penambahan waktunya sampai 90 hari kalender.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!