Terus Alami Defisit Anggaran “Siksa” Bengkalis, Sektor Wisata Mulai Dilirik Tingkatkan PAD

Diterbitkan Tanggal: 28 / 09 / 18

Kategori: | Bengkalis, OTONOMI, PARIWISATA, TODAY |

Pantai di Rupat Utara, Bengkalis, Riau

 

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Pasca mengalami defisit anggaran sejak beberapa tahun belakangan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sudah mulai sadar, bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) migas sudah tidak lagi menjanjikan, sebagai sektor utama Penghasilan Daerah.

Sehingga, Pemkab. Bengkalis melalui OPD-OPD terkait, kini mulai melirik berbagai sektor untuk meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD), seperti meningkatkan penghasilan dari sektor parkir, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan lain sebagainya.

Bahkan, yang sebelumnya samasekali tidak diperdulikan dan diperhatikan, namun saat ini sektor Pariwisata menjadi salah satu bidang yang dianggap mampu mendongkrak PAD.

Menurut Kabid Pariwisata Disparbudpora Bengkalis, Iyon Setiawan, bahwa di tahun 2018 ini, pihaknya mulai mengajukan Ranperda untuk pengelolaan objek wisata yang ada di Kabupaten Bengkalis.

“Saat ini, Ranperda tersebut masih dalam pembahasan pihak DPRD Bengkalis, “ujarnya, Jumat (28/09/18).

Ranperda yang diajukan tersebut, menurut dia, bertujuan untuk memperoleh retribusi dari pengelolaan sejumlah tiitk wisata di Kabupaten Bengkalis.

“Ada beberapa titik yang kita nilai mampu mendongkrak PAD, seperti obyek wisata di Pantai Selat Baru, Pantai Sepahat dan juga Wisata Bahari di Pantai Rupat Utara, “tambah Iyon.

Begitu juga, ungkapnya, yang bisa mendongkrak PAD berupa sektor wisata sejarah dan religi. Disana ada beberapa tempat yang bisa dikelola, diantara salah satunya, wisata Makam Laksamana Raja di Laut di Kecamatan Bukit Batu.

“Apabila Ranperda disahkan, maka untuk menarik retribusi objek wisata tersebut sudah ada payung hukumnya, seperti tempat parkir, pengelolaan pedagang di lokasi dan lain sebagainya. Sehingga kita berharap Ranperda ini bisa disahkan di tahun 2018, sehingga 2019 nanti penarikan retribusi bisa diterapkan, “kata dia lagi.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!