Pelecehan Seksual Satpol PP: Sudah 4 Bulan, JPU Belum Terima Petikan Putusan Banding dari PT

Diterbitkan Tanggal: 14 / 09 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

Ilustrasi

 

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Sampai saat ini sudah 4 bulan berjalan, namun celakanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, belum menerima salinan petikan putusan dari Pengadilan Tinggi (PT), atas upaya bandingnya pasca Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Rabu (02/05/18) lalu, menjatuhi hukuman 5 tahun penjara, kepada oknum Satpol PP Bengkalis, Kurnia Sandi (KS), dari tuntutan JPU 11 tahun penjara.

Hal ini terungkap, ketika dikonfirmasi kepada Kajari Bengkalis, Heru Winoto melalui Kasi Pidum Iwan Roy Charles, SH, bahwa dia akui, salinan petikan putusan dari PT atas upaya banding tersebut sampai saat ini belum diterimanya.

“Sampai saat ini belum kita terima mas, dari upaya banding kita atas putusan PN hukuman 5 tahun penjara terhadap terdakwa Kurnia Sandi, dari tuntutan kita 11 tahun penjara. Karena telah terbukti pelaku bersalah melakukan pelecehan sesual terhadap anak di bawah umur, “ujarnya, Kamis (13/09/18).

Sebelumnya telah diberitakan, bahwa sidang putusan terhadap oknum Satpol PP Bengkalis yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur ini, terlaksana di PN Bengkalis jalan Karimun. Sidang ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ketua Zia Ul Jannah, SH, dua anggota Wimmi D. Simarmata, SH, serta Aulia Fhatma Widhola, SH, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis Sri Hariyati. SH, Rabu (02/05/18) lalu.

Kurnia Sandi divonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim, lebih rendah dari tuntutan JPU hukuman 11 tahun penjara, sesuai Pasal 81 Pasal 81 ayat 2 Undang-undang tentang perlindungan anak. Dan saat itu JPU Sri Hariyati, menyatakan mikir-mikir atas putusan tersebut.

Pelecehan sesual yang dilakukan oleh Oknum Satpol PP Bengkalis terhadap anak di bawah umur ini terungkap, setelah ayah korban Erwan Kasim (42) melaporkan perbuatan bejatnya, ke Polsek setempat pada hari Jum’at (29/12/17) tahun lalu.

Korban pelecehan seksual ini, merupakan warga Kecamatan Rupat, yang masih di bangku SLTA, sebut saja bunga (16). Dan ayahnya melaporkan ke Polsek karena tidak terima atas perbuatan pelaku terhadap anak gadisnya yang masih dibawah umur.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!