Wah,,,Anjloknya Rupiah Saat ini, Ternyata Dinilai Bukan Sinyal Krisis Lo,,,,,

Diterbitkan Tanggal: 12 / 09 / 18

Kategori: | EKONOMI & BISNIS, NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Depresiasi rupiah saat ini sempat memunculkan kekhawatiran bahwa Indonesia mengarah kepada krisis seperti pada 1998. Tapi kalangan ekonom menampik anggapan ini sembari menegaskan, Indonesia memasuki situasi normal baru (new normal).

Ekonom Chatib Basri menyatakan, sejauh ini tak ada indikasi bahwa Indonesia memasuki krisis seperti pada 1998. “Yang terjadi saat ini sebenarnya kembalinya dunia kepada situasi normal baru, “mengutip cuitan akun Twitter @ChatibBasri, pada Kamis (06/09/18).

Dia menjelaskan, perekonomian dunia selama sepuluh tahun terakhir berada di dalam keadaan abnormal. Hal ini disebabkan kebijakan suku bunga rendah oleh bank sentral AS.

“Situasi dunia yang normal adalah situasi sebelum QE (quantitative easing) 2009, yang mana Fed Fund Rate sekitar 3.5%, “imbuh pria yang sempat menjabat menteri keuangan ini.

Kondisi new normal terjadi lantaran perekonomian Amerika Serikat (AS) membaik sehingga suku bunga acuan Federal Reserve naik dan indeks dolar AS menguat. Kemudian, terjadi arus keluar modal asing dari negara berkembang kembali ke Paman Sam.

Arus keluar modal asing (capital outflow) tersebut membuat valuta di negara-negara berkembang melemah terhadap dolar AS termasuk rupiah. Pasalnya, greenback alias dolar AS sangat dibutuhkan untuk membiayai defisit neraca berjalan.**

 

Sumber: katadata

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!