Atas Aduan JMGR Soal Lahan Gambut di BengkalisTerancam, Akhirnya BRG RI Turun Gunung

Diterbitkan Tanggal: 04 / 09 / 18

Kategori: | Bengkalis, OTONOMI, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Dua orang petugas Badan Restirasi Gambut (BRG) Republik Indonesia turun ke Bengkalis selama dua hari, dalam rangka menindaklanjuti laporan Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR), Kamis (30/08/18) pekan lalu.

Demikian yang disampaikan Ketua JMGR Sonny Dhillon, bahwa dua petugas BRG dari Jakarta turun ke Bengkalis tersebut, atas aduan kami terkait sejumlah titik lahan gambut di Pulau Bengkalis yang kini sudah mendekati kerusakan.

“Ada dua persoalan yang membuat lahan gambut di Pulau Bengkalis terancam rusak, diantaranya maraknya dugaan pembukaan lahan gambut di Kecamatan Bengkalis ada 2 Desa dan di Bantan ada 4 Desa, yang keseluruhan mencapai 800 Hektar, “ujarnya, Selasa (04/09/18).

Selanjutnya, terjadinya abrasi di wilayah lahan Gambut, selain di Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis, yang kini semakin parah, juga di beberapa titik ke Pulau Bengkalis.

.Sehingga, atas laporan ini, pihak BRG RI melakukan verifikasi ke lapangan pada sejumlah lokasi sesuai aduan kami Kamis kemarin selama dua hari, dengan didampingi saya dan Direktur Eksekutif Lingkaran Hijau Bengkalis (LHB), Tun Ariyul Fikri, “tambah dia.

Diharapkan setelah pihak BRG RI turun ke lapangan, sehubungan pembukaan lahan gambut, untuk bisa memfasilitasi dan mengkordinasikan ke Dirjen Penanganan Konflik Tenunial dan Hutan Adat Kementerian LHK.

“Terkait abrasi, BRG RI juga kita minta untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Kelautan Perikanan dan Kementrian PUPR, supaya segera ditangani, agar tidak semakin parah, “pinta Dhillon.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!