Pilpres 2019: Soal Laporan Dugaan Mahar Sandiaga, Besok Bawaslu Umumkan Statusnya

Diterbitkan Tanggal: 30 / 08 / 18

Kategori: | NUSANTARA, POLITIK, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) belum menentukan sikap terkait laporan dugaan mahar yang menyeret bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno. Bawaslu baru akan menggelar rapat pleno malam ini.

“Malam ini rapat pleno, pukul 22.00. Kita masih menunggu seluruh Komisioner Bawaslu kumpul, “kata Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar ketika dikonfirmasi, Kamis, 30 Agustus 2018.

Fritz mengatakan saat ini beberapa Komisioner Bawaslu masih berada di luar kota. Rapat pleno akan digelar tertutup di Hotel Mercure, Kota, Jakarta Barat. Namun Fritz berjanji Bawaslu akan mengumumkan kelanjutan kasus ini besok, Jumat, 31 Agustus 2018.

“Pengumuman besok setelah salat Jumat ya,” tandas dia.

Sebelumnya Bawaslu mengatakan akan menggelar rapat pleno penentuan kelanjutan laporan dugaan mahar Sandiaga pada Rabu, 29 Agustus 2018.

Namun Bawaslu menunda rapat tersebut dengan alasan Bagian Tindak Lanjut Pelanggaran (TLP) masih merampungkan kajian yang akan dibahas dalam rapat pleno. Rapat dijadwal ulang hari ini.

Pagi tadi, Komisioner Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo mengatakan Bagian TLP Bawaslu sudah merampungkan kajian tersebut namun pimpinan Bawaslu belum bisa melakukan rapat pleno lantaran harus menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI.

Rapat pleno ini sedianya akan menentukan nasib kelanjutan laporan dugaan mahar Sandiaga. Pimpinan Bawaslu akan menentukan apakah laporan yang diajukan Forum Indonesia Bersatu (Fiber) ini memenuhi unsur pelanggaran atau tidak berdasarkan keterangan pelapor, barang bukti, keterangan saksi, hingga kajian yang dilakukan Bagian TLP.

Isu mahar politik pertama kali dikoarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Dia menuding ada transaksi antara Sandiaga Uno dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) terkait kursi calon wakil presiden (cawapres).

Menurut dia, PKS dan PAN menerima masing-masing Rp500 miliar dari Sandiaga. Kesepakatan mengenai mahar ini dibeberkan tim kecil dalam konsolidasi bersama pada Selasa, 8 Agustus 2018.

Dugaan mahar politik itu lalu dilaporkan Federasi Indonesia Bersatu (Fiber). Mereka ingin isu dugaan adanya mahar politik diluruskan agar tidak menodai pesta demokrasi mendatang.

Bawaslu juga telah melayangkan panggilan terhadap Andi Arief guna meminta klarifikasi terkait cuitannya tersebut. Namun semua panggilan Bawaslu tidak diindahkan Andi.**

 

Sumber: medcom

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!