Lakukan Aksi Tidur Di Tengah Jalan Masuk Pintu Gerbang Water Park Saat Grand Opening?

Diterbitkan Tanggal: 25 / 08 / 18

Kategori: | BERITA HANGAT, MANDAU & PINGGIR, TODAY |

RIAUEXPRESS, DURI –Terkait dengan akan dibukanya Grand Opening Water Park di Duri Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau tanggal 25 Agustus 2018 sesuai dengan keterangan lawyer dari tim Labersa beberapa waktu yang lalu di Kantor Kecamatan Mandau di Ruang Rapat kepada awak media.

Pantauan awak media, Sabtu (25/08/18) di seputaran lokasi dibangunnya Water Park terlihat beberapa masyarakat sedang melakukan aksi heroik di tengah jalan masuknya ke lokasi taman permainan air.

Berita Terkait : http://riauexpress.com/press/2018/08/23/masyarakat-siap-membuat-portal-jika-opening-water-park-dilakukan/

Sebagaimana penjelasan sebelumnya diketahui pemerintah telah memberikan hukuman sanksi administrasi (paksa) pada tanggal 10 Oktober 2017 dan berdasarkan surat tanggal  5 Februari 2018 PT. Ara Tio Nica tidak akan beroperasi sebelum memperbaiki lingkungan sekitar Water Park yang rusak, akibat pembangunan Water Park dan PT. Ara Tio Nica belum melengkapi izin sebagaimana penjelasan di spanduk yang dipasang oleh warga.

“Eksekusi lahan, untuk masyarakat pemilik lahan saja tidak diikutsertakan, bahkan ketua RT dan RW setempat juga tidak diajak dalam perundingan. Namun ketika itu perusahaan mengurus surat sendiri ke kantor kelurahan dan kemudian meminta ketua RT dan RW serta pemilik lahan untuk menandatangani surat. Dan masyarakat pemilik lahan menolak bersama perangkat RT dan RW. Tentu dugaan menghalalkan segala cara tidak dapat dibenarkan, meskipun itu demi kepentingan berjalan lancarnya rencana pembuatan Water Park itu sendiri. Sementara perbatasan tanah atau sempadan juga masih diragukan sekali”, ungkap Porman Panjaitan, yang turun ke lapangan bersama masyarakat tanggal 23 Agustus 2018.

“Jika peresmian itu dipaksakan, tentu jalan masuk untuk menuju Water Park tidak ada dan kita selaku pemilik lahan akan memasangkan portal di tanah yang menjadi hak milik diri keluarga Panjaitan semenjak lama”, terangnya.

Pantauan awak media, masyarakat (Porman) beberapa waktu yang lalu terkait permasalahan yang timbul. Hal ini dibuktikan pada saat akan dilakukannya Grand Opening hari ini, Sabtu 25 Agustus 2018. Masyarakat melakukan aksi heroik dengan tidur  di tengah jalan di pintu gerbang Water Park sampai saat berita ini diturunkan.

Karena ada Sholat Zuhur, aksi tidur ini dihentikan. “Setelah sholat zuhur akan dilanjutkan kembali”, sebut Posman kepada awak media di lokasi aksi, Sabtu (25/08/2018).

Terkait hal ini, Posman sebagai masyarakat belum memberikan komentar apapun. Begitu juga dari pihak management Labersa, belum bisa dikonfirmasi.

Keberatan juga datang dari warga perumahan Bumi Hijau, karena perumahannya dijadikan akses keluar masuk Water Park.

Ujar Andri, warga setempat, “Biasanya jalan ini sepi, sekarang ramai dan berdebu karena pengunjung Water Park. jelasnya kepada awak media. [Putra]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!