Masyarakat Siap Membuat Portal, Jika Opening Water Park Dilakukan

Diterbitkan Tanggal: 23 / 08 / 18

Kategori: | BERITA HANGAT, MANDAU & PINGGIR, TODAY |

RIAUEXPRESS, DURI – Keberadaan Water Park di Duri sepertinya menyisakan permasalahan yang berkepanjangan dengan masyarakat sekitar, terbukti dari akan dilakukannya opening tanggal 25 Agustus 2018 bulan ini masyarakat justru membuat penolakan demi keamanan bersama.

Masyarakat memanggil pihak PT. Ara Tio Nica untuk tidak memaksakan diri mengoperasikan disebabkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat dan pemerintah setempat.

Sebagaimana penjelasan sebelumnya diketahui pemerintah telah memberikan hukuman sanksi administrasi (paksa) pada tanggal 10 Oktober 2017 dan berdasarkan surat tanggal  5 Februari 2018 PT. Ara Tio Nica tidak akan beroperasi sebelum memperbaiki lingkungan sekitar Water Park yang rusak, akibat pembangunan Water Park dan PT. Ara Tio Nica belum melengkapi izin sebagaimana penjelasan di spanduk yang dipasang oleh warga.

Selanjutnya dideretan kalimat lainnya pada spanduk ke dua berbunyi, kami masyarakat meminta pemerintah dan para penegak hukum harus tegas dalam menindak perusahaan yang merusak lingkungan atau melanggar hukum.

Pantauan awak media, Kamis (23/08/18), saat konfirmasi ke salah satu masyarakat yang tinggal cukup lama di daerah rencana pembangunan Water Park itu sangat menyayangkan sekali, bahkan berbagai upaya yang dilakukan juga menemui jalan buntu, termasuk telah kehilangan lebih kurang satu hektar tanah di sekitar wilayah yang bersebelahan dengan Water Park.

“Eksekusi lahan, untuk masyarakat pemilik lahan saja tidak diikutsertakan, bahkan ketua RT dan RW setempat juga tidak diajak dalam perundingan. Namun ketika itu perusahaan mengurus surat sendiri ke kantor kelurahan dan kemudian meminta ketua RT dan RW serta pemilik lahan untuk menandatangani surat. Dan masyarakat pemilik lahan menolak bersama perangkat RT dan RW. Tentu dugaan menghalalkan segala cara tidak dapat dibenarkan, meskipun itu demi kepentingan berjalan lancarnya rencana pembuatan Water Park itu sendiri. Sementara perbatasan tanah atau sempadan juga masih diragukan sekali”, ungkap Porman Panjaitan, yang turun ke lapangan bersama masyarakat.

“Jika peresmian itu dipaksakan, tentu jalan masuk untuk menuju Water Park tidak ada dan kita selaku pemilik lahan akan memasangkan portal di tanah yang menjadi hak milik diri keluarga Panjaitan semenjak lama”, terangnya.

Menurut Porman, proses pembangunan Water Park yang dilakukan juga sudah merubah alur lintasan air, sehingga kondisi lama tidak lagi bisa terlihat berakibat air melimpah ke danau yang pemilik H. Muhammad Ali Amran.

“Terjadi pendangkalan, maka kondisi kolam dan lingkungan yang ada juga sudah tidak sama sebelum masuknya perusahaan dalam pembuatan Water Park”, terangnya.

Selanjutnya, spanduk yang terpasangkan di antara dua pokok pohon yang berada di ruas jalan menuju perumahan hijau, menjadi tontonan dan bacaan masyarakat hingga gelombang dukungan mengalir deras. [Putra]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!