Berkat Satpolair, Ratusan Perahu Nelayan Bantan, Segera Dapat Legalitas Beroperasi

Diterbitkan Tanggal: 13 / 07 / 18

Kategori: | Bengkalis, PELAYANAN, POLRI, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Bengkalis akan membagikan sekitar seratus lembar Pas Kecil untuk nelayan pulau terluar warga Kecamatan Bantan pada Jumat (21/07/18) pekan depan.

Pas Kecil yang akan dibagikan ini, sejenis STNK bagi perahu maupun kapal motor milik nelayan, saat berlayar melakukan penangkapan ikan di perairan.

“Kita sudah siapkan kemarin pengurusan Pas Kecil kapal nelayan Kecamatan Bantan untuk kita bagikan kepada nelayan, “ungkap Kasat Polair Polres bengkalis AKP Yudhi Franata S.I.K Jumat (13/07/18) pagi.

Menurut Kasat, sebenarnya secara aturan Pas Kecil yang diterbitkan KSOP, wajib dimiliki oleh kapal kapal nelayan yang beroperasi di perairan. Namun masih banyak nelayan terutama di pulau terluar tidak memilikinya.

“Kemarin kita melakukan sosialisasi Pas Kecil ini, kemudian menjembatani nelayan untuk pengurusan Pas Kecil, terutama nelayan di Kecamatan Bantan yang jauh dari Bengkalis,” kata Yudhi.

Dari upaya Polair menjembatani pengurusan Pas Kecil ini, sudah sebanyak seratus lebih Pas Kecil yang selesai kita bantu pembuatannya. Pas Kecil ini akan diserahkan kepada para nelayan.

Menurut Kasat Polair, pembuatan Pas Kecil yang di jembatani oleh Satpolair Polres Bengkalis tanpa di pungut biaya sama sekali. “Kita tidak memungut biaya sama sekali, nelayan hanya memberikan materai tiga ribu untuk pembuatan surat pernyataan, ” terang Yudhi.

Kasat Polair mengatakan, kesadaran nelayan terutama di daerah pulau terluar terhadap kewajiban memiliki pas kecil untuk kapal masih kurang. Sehingga pihak Satpolair berinisiatif mensosialisasikan dan membantu pembuatannya sebagai jembatan nelayan ke KSOP yang menerbitkan ini.

“Kita sudah data semua nelayan di kecamatan Bantan, kita juga sudah meyakinkan nelayan untuk membuat Pas Kecil ini, ” tambah Kasat.

Nelayan sebelum disosialisikan diakui banyak yang tidak tahu pentingnya kepemilikan pas kecil bagi kapal mereka. Padahal Pas Kecil ini merupakan salah satu syarat nelayan dalam berlayar dan melakukan penangkapan ikan di perairan.

“Kedepan kita akan tertibkan jika masih ada yang tidak memiliki Pas Kecil berlayar dan mencari ikan di perairan Bengkalis, dengan dikenakan denda dan diserahkan kepada Dinas Perikanan Bengkalis, “kata Kasat Polair.

Yudhi mengatakan, semua perahu kapal yang menggunakan tenaga mesin harus dan wajib menggunakan Pas Kecil. Sesuai aturan bagi kapal perahu mesin yang tidak menggunakan Pas Kecil bisa dikenakan denda sebesar 100 juta rupiah.

Proses pengurusan Pas Kecil yang memakan waktu serta tempat pengurusannya di KSOP Bengkalis cukup jauh dari tempat tinggal nelayan, membuat para nelayan enggan untuk mengurusnya. Untuk itu Polair Polres Bengkalis membantu menjembatani menguruskan pembuatan Pas Kecil ini.

“Nantinya setelah kita selesaikan pembuatan dan Sosialisasi Pas Kecil ini akan kita aktifkan penegakan hukum atau kita tertibkan, ” kata dia.

Menurut Kasatpolair, hal ini dilakukan merupakan bentuk pelaksanaan program Polair Polres Bengkalis yakni Nelayan Mitra Polair (Netral) yang di jalankan. Dimana program Netral yang dilaksanakan ini sebagai wadah untuk penyelesaian masalah nelayan yang ada di pulau terluar Bengkalis ini.

Selain pembagian Pas Kecil kepada nelayan, pada Jum’at pekan depan, pihak Polair Polres Bengkalis juga akan mengukuhkan Forum Kemitraan Perpolisian (FKPM) Perairan Pulau terluar Kecamatan Bantan. Dimana dari 23 Desa yang ada di sana, ada sebanyak 46 Kelompok Nelayan yang akan di kukuhkan. Dengan jumlah nelayan ada sekitar kurang lebih lima ratus orang nelayan.

FKPM Perairan yang dibentuk inilah nantinya sebagai pelaksana program Netral yang selama ini disosialisasikan. Nantinya melalui program Netral tersebut penyelesaian permasalahan nelayan dapat dilakukan dengan baik.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!