Kapolres Bengkalis: Laporkan ke Kita, Bila Ada Penambangan Pasir Ilegal di Rupat

Diterbitkan Tanggal: 26 / 06 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Kapolres AKBP Yusup Rahmanto, mengaku akan terus memonitor aktivitas penambangan pasir di sekitaran pulau Rupat, meskipun sesuai informasi, penambangan pasir di sana telah tidak lagi beroperasi.

“Kita cek dulu, sekarang udah ada aktivitas gak, kita akan monitor dulu. Kalau misalnya ada informasi sampaikan ke kita. Baru nanti kita cek aktifitas itu ada perizinan gak, “ucap Yusup, Selasa (26/06/18).

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha material di Pulau Bengkalis menjual pasir asal Sungai Injab, Kecamatan Rupat yang diduga illegal. Harganya pun fantastis capai Rp250 perkubik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis Arman AA melalui Kabid Tata Lingkungan Rafiani menuturkan, perbuatan penambangan pasir di Rupat tentu berdampak terhadap lingkungan. Namun dampaknya harus ada kajian.

“Kajian itu melibatkan sejumlah pihak, Perikanan Kelautan dan ahli-ahli itu. DLH bukan ahli di satu bidang, kita lebih dari regulasi. Mereka ada izin gak, kalau punya izin otomatis telah melewati fase pengkajian, “terangnya.

Menurut Rafiani izin penambangan berada di pihak Provinsi Riau. Namun pihak DLH belum pernah mengeluarkan rekomendasi soal perizinan penambangan pasir di Rupat.

“Saya dari 2014 di sini, rasanya tidak ada rekomendasi terkait penambangan (pasir). Dari bidang-bidang lain juga tidak pernah saya dengar. Tapi kalau kita punya data usaha disana bisa kita cek, betul gak dia, kita informasikan ke Provinsi, “katanya.

“Kalau dampak itu setiap kegiatan pasti ada dampak, tapi seberapa besar dampak itu harus ada kajian, “pungkas Rafiani menambahkan.**

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!