Soal Remisi Idul Fitri 1439 H, ini Penjelasan Menkumham Yasonna Laoly

Diterbitkan Tanggal: 16 / 06 / 18

Kategori: | NUSANTARA, PELAYANAN, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly mengatakan remisi adalah pengurangan masa hukuman bagi narapidana yang berkelakuan baik. Remisi itu diberikan pada saat hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri.

“Diberikan sebagai wujud pencapaian perbaikan diri tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari atas segala ketaatan selama menjalani pidana, lebih disipilin, lebih produktif dan lebih dinamis dan negara hadir atas pencapaian postif tersebut, “ujarnya melalui rilis yang diterima SINDOnews, Sabtu (16/06/18).

Politikus PDIP ini melanjutkan bahwa saat ini Lapas dan Rutan mengalami kelebihan kapasitas sebanyak 250.000 orang lebih sementara kapasitas hunian hanya 124.000 orang. Kondisi ini membawa dampak kurang optimalnya pemberian pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan.

Namun, kata dia, dengan memberikan pelayanan berbasis teknologi informasi maka layanan pemasyarakatan menjadi tidak sulit, tidak berbelit dan mengubah hari menjadi menit. Warga binaan tidak perlu khawatir untuk mendapatkan hak-haknya dan sistem layanan ini mencegah penyalahgunaan wewenang, mempermudah pemantauan, meningkatkan transparansi dan kepastian hukum.

“Pelayanan berbasis tekhnologi informasi akan mempermudah pemberian hak-hak warga binaan: tidak sulit, tidak berbelit-belit dan mengubah hari menjadi menit (memberikan pelayanan cepat) serta dipastikan tidak ada lagi penyalahgunaan wewenang oleh petugas,” tegas Yasonna.

Kemudian dalam kesempatan yang sama, Yassona memberikan selamat serta mengingatkan kepada warga binaan yang bebas pada hari Lebaran agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. “Jadilah insan taat hukum, berakhlak mulia dan  berbudi luhur serta berguna dalam pembangunan,” tutupnya.**

 

Sumber: sindonews

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!