Ramadhan 1439 H: Pemkab. Meranti Keluarkan SE Sejumlah Pelarangan, simak !

Diterbitkan Tanggal: 15 / 05 / 18

Kategori: | Meranti, OTONOMI, RELIGIUS, TODAY |

RIAUEXPRESS, SELATPANJANG – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban serta kenyamanan di Bulan Suci Ramdhan 1439 H, Pemerintah Kabupaten Meranti, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), lintas instasi di Aula Kantor Bupati, Selasa (15/05/18).

Rapat ini dipimpin oleh Wakil Bupati H. Said Hasyim, yang juga dihadiri Asisten I Sekdakab. Meranti Jonizar, Kepala Dinas Perindag Azza Fahroni, Perwakilan Polres Meranti, Ketua MUI H. Mustafa, Para Tokoh Agama, Camat, Kepala Bagian Sekda Meranti dan undangan lainnya.

Dalam rapat tersebut telah disepakati beberapa poin tata tertib yang ditujukan pada tempat hiburan, pusat perbelanjaan dan rumah makan, sehubungan dalam Bulan Suci Ramadhan.

Poin Poin tersebut meliputi rumah makan muslim, tidak dibenarkan buka hingga pukul 16.00 WIB, dan diperbolehkan buka dari pukul tersebut hingga pukul 04.00 WIB pagi.

Sedangkan rumah makan non muslim, diharuskan memasang baleho bertuliskan, ‘rumah makan khusus non muslim’, untuk dijadikan tirai rumah makan tersebut.

Bagi tempat hiburan malam, PUB, SPA, panti pijat dan tempat billiyar selama bulan ramadhan harus ditutup. Di siang hari, masyarakat juga dilarang merokok dan minum ditempat umum atau terbuka, serta tidak menggunakan busana yang terbuka atau tidak sopan.

Pengusaha harus mentaati pemberlakuan jam kerja 7 jam, dilarang bermain dan memperdagangkan mercun serta sejenisnya, yang dapat membahayakan orang lain dan diri sendiri.

Selain poin poin diatas juga dibahas beberapa permohonan dari pengusaha dan masyarakat terkait izin memasukan minuman dan makanan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan di hari raya idul fitri 1439 H.

Namun atas dasar pertimbangan, rapat akan dilanjutkan di kemudian hari, terkait permohonan pengusaha tersebut, dengan melibatkan pihak terkait mulai dari BPOM, Disdagprin, Kepolisian, Bea Cukai dan pihak lainnya.

Untuk lokasi jualan makanan dan minuman tetap di jalan A. Yani seperti tahun sebelumnya. Sedangkan lokasi julan pakaian dan lainnya, demi ketertiban berllau lintas, maka lokasi dipindah di jalan Dorak Samping, Kantor Bupati, yang tahun sebelumnya di jalan Tj. Hararapan.**

 

Laporan: Marin Raigon. S

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!