Jokowi Sampai di Kabupaten Rohil-Riau, ini yang Dilakukan

Diterbitkan Tanggal: 10 / 05 / 18

Kategori: | NUSANTARA, OTONOMI, PELAYANAN, PRESIDEN, Rohul, TODAY |

RIAUEXPRESS, ROKAN HILIR – Presiden Indonesia, Ir.Joko Widodo melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Rokan Hilir, Propinsi Riau.

Dalam kunjungan Presiden RI tersebut,Jokowi mengatakan, bahwa usia kelapa sawit penduduk Imigrasi yang ada di Kecamatan Bagansenembah Kabupaten Rohil sudah berusia 30 tahun dan sudah tidak produktif lagi.

Makanya pemerintah memprogramkan peremajaan (Replanting) kebun kelapa sawit rakyat ini,”Kata Presiden Jokowi saat membuka acara Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir.

“Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) salah satu solusinya keterlambatan ini harus segera dilakukan peremajaan kembali. Beli bibit yang bagus, biar hasilnya bagus, tentunya ekonomi rakyat bisa meningkat, “kata Jokowi, Rabu (09/05/18)

Informasi yang diperoleh pihaknya dari salah satu media, Pemerintah memberi bantuan 25 juta per hektare. untuk numbang, untuk beli bibit, pupuk, perawatan.Tiga tahun lagi kan udah berhasil, “ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Ia menerangkan informasi ini diperoleh dari salah satu media.

“Total luas lahan perkebunan sawit rakyat di Riau mencapai 1,58 juta ha. Pada umumnya, kebun tersebut merupakan kebun tua yang penanamannya dilakukan pada sekitar tahun 1980-an melalui program Perkebunan Inti lRakyat-Transmigrasi (PIR-Trans), “ungkap Darmin.

Menko Perekonomian juga menjelaskan, sekirar 5,61 juta ha lahan perkebunan kelapa sawit rakyat di seluruh Indonesia memiliki produktivitas di bawah 10 ton tandan buah segar (TBS)/ha/tahun. Selain karena umur tanaman yang sudah lebih dari 25 tahun,terjadi rendahnya produktivitas yang disebabkan persoalan kualitas benih pada masa dahulu.

“Tugas besar untuk meremajakan kelapa sawit seluas 5,61 juta ha ini harus dilakukan secara bersama-sama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha dan Masyarakat, “tegas Darmin.

Ditegaskan Daryamin, Desain program PSR adalah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan hibah sebesar 25 juta/ha yang disalurkan melalui perbankan yang ditunjuk, guna pengerjaan peremajaan untuk P-0.

Kemudian kekurangan dana dapat memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus Peremajaan dengan bunga 7% per tahun dan grace period selama 5 (lima) tahun atau dana swadaya petani. Dalam hal pengelolaan tanaman PSR, perusahaan baik swasta maupun BUMN (PTPN) sebagai off-taker sekaligus bertanggung jawab terhadap praktik pengelolaan kebun yang berkelanjutan.

“Komponen-komponen tersebut harus sangat diperhatikan. Selain ketersediaan benih unggul bersertifikat, kita juga harus memperhatikan kepastian offtake hasil panen oleh perusahaan, “lanjut Menko Perekonomian,”ungkapnya.

Dijelaskan Daryamin, Beberapa perusahaan sebagai offtaker di Provinsi Riau, antara lain : (1) PTPN V, (2) PT Asian Agri, (3) PT Kubu Raya, dan (4) PT Rokan Sawit Industri, dan akan bertambah sesuai dengan penambahan luas areal PSR.

Menko Darmin juga berpesan untuk PSR ini sedari awal sudah mengikuti prinsip dan kriteria Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO), sehingga perkebunan sawit rakyat yang telah mengikuti program PSR sekaligus telah memenuhi pula persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi ISPO.

Selain itu, Darmin juga menyebut bahwa BPDPKS telah membangun aplikasi online PSR untuk mempermudah proses registrasi dan verifikasi data pekebun. Dari sumber informasi media yang kami peroleh selama acara berlangsung.

Rangkaian acara PSR di Provinsi Riau terdiri atas: pemberian secara simbolis bantuan dana peremajaan kelapa sawit, pemberian benih tanaman untuk tumpang sari, pemberian benih sawit bersertifikat, serta penyerahan sertifikat tanah atau lahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).**

(HUMAS DAN PROTOKOLER PEMDA KABUPATEN ROHIL).

 

Laporan: Suprianto

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!