Dinkes Bengkalis: Keluarga Anda ada Yang Menderita “Sakit Jiwa”, Segera Datangi Puskesmas Terdekat

Diterbitkan Tanggal: 06 / 05 / 18

Kategori: | Bengkalis, KESEHATAN, PELAYANAN, TODAY |

Ilustrasi

 

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, telah merencanakan menyiapkan tenaga medis dan obat-obatan dalam pemberian pelayanan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), untuk seluruh Puskesmas se Kab. Bengkalis.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Dinkes Bengkalis, Alwizar, bahwa untuk menyedikan obat-obatan tersebut, pihaknya terlebih dahulu akan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP).

“SOP ini kita anggap sangat perlu, karena obat jenis untuk ODGJ tergolong obat yang keras, serta untuk menghindari disalahgunakan, karena jika diminum orang normal sebanyak lima butir saja, bisa mabuk, “ungkapnya, Mjnggu (06/05/18).

Dia sampaikan, karena pelayanan kesehatan untuk ODGJ di Kabupaten Bengkalis sudah mengarah pada penanganan kesehatan jiwa yang maksimal. Maka penyediaan obat-obatan di setiap Puskesmas sangat perlu dilakukan.

“Dengan tujuan, dalam enggunaan obat-abatan untuk ODGJ itu, tidak lagi dibebankan kepada pihak Keluarga. Dan juga memudahkan mendapatkan obat setelah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), “terangnya.

Dijelaskan, pihak keluarga masih ada beberapa berlakukan ODGJ di bawah standar. Hal ini ditemukan saat melakukan peninjauan ke wilayah Kecamatan Bengkalis dan Bantan, bersama pihak Rumah Sakit jiwa (RSJ) Tampan.

“Ketika kita melakukan kunjungan di Kecamatan Bengkalis, ditemukan ada 3 orang penderita gangguan jiwa, juga di Bantan ada 3 yang alami gangguan jiwa, yang semuanya tidak diberlakukan secara layak, dan karena memang keluarga tersebut, belum mengetahui penanganan secara medis, “ungkap dia lagi.

Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepad seluruh masyarakat yang kebetulan mempunyai anggota keluarga ada gangguan jiwa, untuk segera datang ke Puskesmas terdekat agar dapat di tangani secara benar.

“Sebab, apabila anggota keluarga ada yang mengalami gangguan jiwa, malah yang menderita dipasang, maka bisa terjerat pidana, karena melakukan penganiayaan, “tandasnya.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!