Seru ! Sidang Lanjutan Gugatan Masyarakat Rupat ke PT. Marita Makmur Jaya di PN Bengkalis

Diterbitkan Tanggal: 03 / 05 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

‎RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Sidang perkara perdata gugatan 5 kelompok tani di Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, dengan agenda pembuktian dari tergugat PT. Marita Makmur Jaya (MMJ), Rabu (02/05/18).

Pihak MMJ, dengan dipercayakan oleh Pendamping Hukum (PH), Heru Susanto SH, memberikan sejumlah bukti berupa berkas kepada Majelis Hakim, atas gugatan 5 Kelompok Tani di Desa Darul Aman, Kec. Rupat, yang dipercayakan PH Sabarudin SHI.

5 Kelompok tani yang menggugat ke PT. MMJ ke PN Bengkalis melalui Pengacara tersebut, diantarannya Kelompok Tani Darussalam, Darul Ikhsan, Tunas Harapan, Tunas Gemilang dan Pasir Indah.

Sedangkan, dari pihak Penggugat melalui PH Sabarudin, juga menambahkan bukti sekitar 18 item, dari bukti yang sebelumnya sudah diserahkan ke Majelis Hakim sekitar 45 item pekan lalu.

Sidang ini masih tetap dipimpin oleh Majelis Hakim PN Bengkalis Zia Ul Jannah, SH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH, yang juga dihadiri oleh PH tergugat (PT. MMJ), Heru Susanto SH dan PH Penggugat Sabarudin.

Dalam agenda Sidang pembuktian dari pihak PT. MMJ ini, antara PH Penggugat Sabarudin SHI dan PH Tergugat Heru Susanto SH, dihadapan Majelis Hakim saling mengklaim bahwa data yang dimiliki masing-masing yang paling benar. Sehingga antar keduanya terdengar suaranya semakin meninggi.

Ketika Majelis Hakim menyaksikan kedua PH tersebut, langsung melerai, dan sambil memberikan saran, setelah sidang nanti, sebaiknya kedua PH tersebut untuk bergandengan tangan di tepi pantai.

Berbagai argumen disampaikan kedua PH tersebut, diantaranya dari pihak Penggugat, kenapa lahan yang sudah keluar HGU nya tersebut, pihak PT. MMJ masih juga membeli lahan tersebut, hanya dengan bukti kwitansi saja.

“Jadi, apakah memang bisa menguasai lahan, apabila pihak PT. MMJ hanya menggunakan kwitansi saja. Sedangkan lahan tersebut sudah keluar HGU nya untuk dikelola PT. MMJ, yang tanpa ada asal usul hak lahan tersebut, dan yang jelas lahan yang sudah keluar HGU nya, tidak bisa diperjual belikan. Ini yang aneh dan sangat lucu, “ungkap Sabarudin.

Dalam lanjutan sidang ini, direncanakan, sesuai kesepakatan Majelis Hakim, pada hari Rabu (09/05/18) mendatang, akan menggelar perkara perdata ini di lapangan atau Pemeriksaan Setempat (PS). Yang berada di dua titik lahan di Desa Darul Aman.

Usai sidang, PH penggugat Sabarudin menyampaikan, bahwa dua titik yang akan dilakukan gelar perkara di lapangan tersebut, di satu titik dengan kategori gugatan 1 dengan luas lahan sekitar 375 Hektar, dan kategori gugatan 2 seluas lahan sekitar 600 Hektar.

Kedua titik lahan yang mengakibatkan munculkan gugatan ke PN Bengkalis ini, lantaran sesuai kesepakatan antara Kelompok Tani dengan PT. MMJ bahwa, pihak perusahaan pengusai lahan di 2 titik tersebut seluas ribuan hektar, dengan diganti setiap 1 tiitk lahan yang dimiliki 5 kelompok tani, dengan mendapatkan lahan seluas 109 hektar, dan atau secara keseluruhan seluas 218 H, dengan pola bagi hasil Plasma sistem KKPA.

“Namun janji bagi hasil yang sudah disekapati sejak tanggal 3 Agustus 1999 lalu, sampai kini pihak perusahaan tidak menepatinya. Sehingga kelima kelompok tani di Desa Darul Aman ini, melakukan gugatan kepada PT MMJ ke PN Bengkalis, “ujarnya.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!