2 WNA Asal China, Yang Diamankan Imigrasi Bengkalis, Kini Masuk Tahap P19

Diterbitkan Tanggal: 30 / 04 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Berkas perkara dugaan penyalahgunaan izin tinggal dari dua Warga Negara Asing (WNA), yang merupakan ayah dan anak, inisial ZS (52) dan ZY (27), kini di meja Pidana Umum (Pidum) Kejari Bengkalis telah masuk tahapan P19.

Demikian yang disampaikan Kajari Bengkalis Heru Winoto melalui Kasi Pidum Iwan Roy Carles, bahwa saat ini pihaknya masih mempelajari berkas dari Kantor Imigrasi Kelas II Bengkalis.

“Ini baru P19 mas, jadi tahapan mempelajari berkas dari Imigrasi masih terus kita lakukan, “ungkap dia ketika dihubungi, Senin (30/04/18) siang.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha (Ka.TU) Kantor Imigrasi Bengkalis Syaiful ketika dihubungi mengatakan, terhadap kedua WNA asal China tersebut, pihaknya melakukan penambahan penahanan selama 60 hari kedepan.

“Saat ini kita masih menitipkan kedua tersangka WNA tersebut, di Lapas Kelas IIA Bengkalis, “jelas Syaiful.

Dua WNA asal negera China ini, diamankan petugas Imigrasi Bengkalis, lantaran diduga melakukan pelanggaran izin tinggal, dengan menjual es krim di jalan Kelapapati Laut, Kota Bengkalis.

Keduanya diamankan petugas Imigrasi, lantaran salah satu tersangka ZS, hanya mengantongi izin melancong, namun dia bekerja menjual es krim di Bengkalis. Dan anaknya ZY melakukan pembiaran ayahnya bekerja menjual es krim.

Sedangkan ZY memang sudah mengantongi izin bekerja, namun tempat kerjanya hanya di lokasi Kota Pekanbaru, namun kejadiannya tersangka ZY tersebut menjual es krim di Kota Bengkalis bersama ayahnya ZS di ruko jalan Kelapapati Laut.

Atas pelanggaran tersebut, pihak Imigrasi Bengkalis menjerat kedua tersangka dengan pasal 122 huruf a dan b tentang keimigrasian, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda masing-masing 500 juta rupiah.

Barang bukti yang diamankan pihak Imigrasi dari kedua tersangka, berupa 2 parpor, 2 bungkus es krim, 1 kalkulator dan sejumlah uang pecahan jumlah keseluruhan Rp300 ribu rupiah.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!