Kejari Bengkalis: JPU Tuntut 17 Tahun Penjara, Terhadap Terdakwa 2 Kg sabu itu, sebuah “Prestasi”

Diterbitkan Tanggal: 29 / 04 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, NARKOBA, TODAY |

Lagnauli Sirait

 

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Dari berbagai kalangan telah mengetahui, bahwa Pulau Bengkalis salah satu transit masuknya narkoba dari luar negeri ke wilayah NKRI. Dan obat-obatan terlarang tersebut, memang sudah jadi “momok” bagi kelangsungan generasi.

Sehingga, setelah diketahui pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis menuntut dua terdakwa, Hendri (25) dan Buyung Zulfikar (26) dengan barang bukti 2 Kg sabu dan 1,988 butir pil ekstasi merk YSL, hanya 17 tahun penjara, langsung mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan.

Seperti yang di sampaikan Datuk Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat. Laskar Melayu Bersatu (DPP-LMB) Letjend TNI (Purn) Syarwan Hamid melalui Datok Setia Usaha Bukhari Heri, beberapa pekan lalu, bahwa JPU Kejari Bengkalis dituding sudah tidak memihak terhadap pemberantasan narkoba.

Bahkan beberapa pekan lalu, Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Riau (UIR) DR Muhammad Nurul Huda S.H. M.H, mempertanyakan kelayakan JPU menuntut 17 tahun, dan mengapa tidak 20 tahun.

Dosen Bagian Hukum Pidana di Fakultas Hukum UIR ini juga menyebut, kedua terdakwa juga bisa divonis bebas, karena dari awal tidak ada PH, sesuai perintah UU KUHAP bagi terdakwa ancaman diatas 5 tahun, dan UU tentang Hak Azazi Manusia (HAM).

Doktor pengajar mata kuliah hukum pidana ini menegaskan, hingga sampai terjadi fenomena penanganan hukum seperti itu, di kalangan internal masing-masing, diminta untuk memeriksa penyidik dan JPUnya.

Terkait hal itu, Kajari Bengkalis Heru Winoto melalui Kasi Intel Lignauli Sirait katakan, bahwa tuntutan 17 tahun penjara terhadap 2 terdakwa itu,  sudah sesuai pedoman Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

“Artinya, soal tuntutan JPU tersebut, ahli punya teori, tapi kita punya aturan. Karena, selain kita sudah berpegang dengan pedoman, juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Kejati, “ujarnya, Jum’at (27/04/18) petang kemarin.

Sehubungan tidak ada Pendamping Hukum (PH), dijelaskan, apabila terdakwa menolak didampingi PH. Maka pihak JPU tidak bisa berbuat apa-apa, dan menghargai penolakan tersebut dengan membuat berita acara.

“Jadi kalau ada ahli yang menyebut, JPU yang menuntut 17 tahun penjara terhadap 2 terdakwa harus diperiksa, lantaran dengan BB sabu 2 kg dan pil ekstasi 1.988 butir butir merk YSL tersebut, apa yang mau diperiksa, karena sudah melalui prosedur, dan seharusnya itu sebuah berprestasi dan JPU mendapatkan penghargaan dong, “timpal Lignauli.

Sebelumnya, ‎dalam proses sidang di PN Bengkalis pada hari Rabu (28/03/18) bulan lalu, JPU yang saat itu dibacakan Andy Sunartejo, SH, menuntut terhadap kedua terdakwa tersebut, masing-masing hanya 17 tahun penjara.

Dan pada hari Rabu (11/04/18) beberapa pekan lalu, Ketua Majelis Hakim Dame P. Pandiangan, SH, dengan didampingi dua hakim anggota Annisa Sita Wati, SH dan Mohd. Rizki Musmar, telah menvonis kedua terdakwa dengan 15 tahun penjara dan denda 2 Milyar, dan atau subsider 2 bulan kurungan penjara, yang tanpa di dampingi pengacara (PH).

Dalam dakwaan JPU sebelumnya, bahwa kedua terdakwa tersebut, terbukti bersalah sesuai Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman pidana mati.

Disebutkan, kedua terdakwa ini merupakan kurir narkotika jenis sabu lebih dari 2 Kilogram dan 1.988 butir pil extasi merk YSL. Terdakwa juga diyakini termasuk jaringan sindikat internasional.

Pihak Polsek Bantan, berhasil mengungkap peredaran sabu ini, menangkap kedua pelaku tersebut di Jalan Penurun, Kecamatan Bantan, Kamis (25/08/17) tahun lalu sekitar pukul 20.30 WIB.

Dari keterangan Polsek Bantan saat itu, sabu tersebut berasal dari Negara Malaysia, yang dijemput oleh kedua terdakwa dengan mengendarai sepeda motor di Perairan Desa Muntai, dan akan dibawa ke Kota Pekanbaru.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!