Wakil Bupati Meranti Pimpin Apel Hari Otonomi Daerah Ke-22, ini yang Diharapkan

Diterbitkan Tanggal: 25 / 04 / 18

Kategori: | Meranti, OTONOMI, TODAY |

RIAUEXPRESS, MERANTI – Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim bertindak sebagai pembina Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-22 Tahun 2018 di Kepulauan Meranti, pada kesempatan itu Wakil Bupati Meranti mengajak seluruh ASN untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan pelayanan publik yang Profesional, Bersih dan Akuntable, bertempat dihalaman Kantor Bupati Meranti, Rabu (25/0418) pagi.

Hadir dalam acara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP. La Ode Proyek, Kepala Pengadilan Agama Meranti, Kepala Kantor Departemen Agama Meranti Darwison S.Ag, Danramil Selatpanjang Mayor TNI Bisma Tambunan, Kajari Meranti, Ketua MUI Meranti H. Mustafa, Jajaran Pejabat Eselon II Dilingkungan Pemkab. Meranti dan lainnya.

Dalam pidato Menteri Dalam Negeri yang dibacakan oleh Wakil Bupati Meranti di pagi yang cerah itu, sempena menyongsong Dirgahayu Indonesia Ke-73 mengharapkan seluruh penyelenggara negara untuk bekerja keras dan cerdas guna memastikan bangsa Indonedia terus berlari menjemput impian sebagai salah satu bangsa maju di dunia.

Momentum Hari Otonomi Daerah kali ini hendaknya tidak sekedar seremonial belaka tapi menjadi ajang evaluasi seluruh penyelenggara negara sejauh mana otonomi daerah mampu mensejahterakan masyarakat disetiap jengkal wilayah NKRI.

Untuk itu demi keberhasilan Otonomi Daerah dibutuhkan peran ASN dan partisipasi aktif dari seluruh warga Indonesia yang berjumlah 271 juta jiwa, yang terdiri dari ratusan suku yang mendiami ribuan pulau dapat bahu membahu dalam mewujudkan kejayaan Indonesia.

Lebih jauh disampaikan Wakil Bupati, sejak 22 Tahun penyelenggaraan Otonomi Daerah telah banyak yang diperbuat untuk mensejahterakan rakyat, cara utama paling efektif adalah dengan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan demokratis sesuai dengan tema Hari Otonomi Daerah kali ini “mewujudkan nawacita melalui penyelengaraaan otonomi daerah yang bersih dan demokrasi”

Artinya, menjadikan tranparansi dan partisipasi publik sebagai dasar dan tolak ukur utama dalam mengambil semua kebijakan sehingga dapat dipertanggung jawabkan kepada rakyat, selain itu pelaksanaaan implementasi Otonomi Daerah berdasarkan aspek kelembagaan bukan kehendak seseorang atau kelompok tertentu, karena setiap warga negara bersamaan kedudukan dalam hukum, dan mewujudukan nawa cita artinya mewujudukan kesejahteraan diseluruh wilayah Indonesia.

“Dalam penyelenggaraan pemerintahan harus Akuntabel, Transparan, Memiliki Kepastian Hukum dan Partisipatif, sehingga dapam pengambilan semua kebijakan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” papar Wakil Bupati Meranti.

Ditambahkannya, dalam tata kelolaan pemerintahan yang bersih dan terpercaya tujuan utamanya adalah mencibtakan kualitas pelayanan publik yang berdaya saing, artinya memiliki kreatifitas dan inovasi yang mengandalkan potensi daerah masing masing.

Sementara itu arti Demokrasi sesuai PP No. 38 Tahun 2017 Tentang Inovasi Daerah, disuatu sisi merupakan peluang daerah dalam berkreatifitas mencibtakan terobosan baru mendukung peningkatan kinerja pemerintah daerah, namun hal itu jangan sampai menimbulkan penyalahgunaan wewenang.

“Kepada Kepala Daerah dan perangkat daerah jangan takut berinovasi karena sudah ada perlindungan hukum bahwa inovasi daerah tidak bisa dipidanakan, karena merupakan kunci peningkatan daya saing bangsa di dunia,” ujarnya.

Sejauh ini buah dari otonomi daerah positif sudah dapat dirasakan seperti pembangunan saran dan prasara sesuai dengan potensi daerah, melibatkan partisipasi publik dalam memilih Kepala Daerah. Serta munculnya pemerintahan yang responsif sehinga tercipta pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Namun menurutnya masih banyak kerja yang harus dituntaskan, adapun 3 hal yang menjadi perhatian yakni Integritas dan Etika, Profesionalisme bagi para pemimpin dan penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan mengedepankan nilai dasar revolusi mental profesionalitas etos kerja dan gotong royong, perwujudan tata kelolaan pemerintahan yang baik atau Good Goverment sebagai upaya peningkatan kesejahteraan melalui kualitas pelayanan publik  ekonomi.

Terakhir Tahun 2018 seiring penyelenggaraan peristiwa besar, pertama agenda Nasional Pilkada serentak 2018 Tanggal 27 Juni 2018, kepada seluruh ASN diingatkan untuk menjaga netralitas selama Pilkada berlangsung karena pemerintah tidak akan sungkan sungkan memberikan sanksi tegas jika menemui ASN yang menjadi tim sukses calon kepala daerah, menjadi juru kampanye, pemberian fasilitas kepada calon kelala daerah dan lainnya.

Kedua Gelaran Asian Games Jakarta-Palembang bulan Agustus 2018, sepanjang itu dunia akan berpaling ke Indonesia untuk itu diharapkan dukungan seluruh rakyat Indnesia agar pelaksanaan ivent tersebut dapat berjalan aman dan lancar.

Sekedar informasi, Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah di Kepulauan Meranti, berjaklan dengan hikmat dan lancar, seluruh pesan pesan dari Pemerintah Pusat khususnya Menteri Dalam Negeri dapat disampaikan dan didengarkan dengan baik oleh seluruh aparatur dan masyarakat yang hadir.**

 

Laporan: Martin Raigon. S

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!