This page was exported from [ http://riauexpress.com/press ]
Export date: Fri Oct 19 18:20:13 2018 / +0000 GMT

Defisit APBD 2018 Bengkalis 1 T Lebih, Apa Dampaknya ? Ini Penjelasan Sekda Bustami



RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Apabila pemerintah pusat sampai alhir tahun 2018 tidak merealisasikan pembayaran sisa dana bagi hasil (DBH) Migas tahun 2016 dan 2017 yang nilainya mendekati Rp 1 trilyun, bisa dipastikan banyak sektor akan terkena dampak.

Diantara sektor yang sudah pasti terkena dampak adalah, pengadaan barang dan jasa, kemudian dana desa, kegiatan rutin di seluruh OPD serta tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis H.Bustami HY SH mengatakan, bahwa dia saat ini tidak dapat memastikan apakah akan ada pengurangan TPP atau tidak di akhir tahun nanti.

Sebab, apabila tidak ada transfer sisa DBH Migas tahun 2016 dan 2017 bisa saja TPP dikurangi bulannya, karena TPP sangat bergantung dengan kondisi keuangan daerah di akhir tahun.

"Kalau saldo kas tidak mencukupi tentu akan berdampak juga pada sejumlah pembayaran kegiatan termasuk TPP, "ujar dia, Jum'at (20/04/18).

Disampaikan, pihaknya terus berupaya dalam melakukan rasionalisasi pada APBD Perubahan nanti, berupa kegiatan-kegiatan yang betul-betul tidak urgen.

"Sebab, kondisi keuangan kita sekarang memang sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat untuk membayarkan sisa DBH Migas, sebab imbasmya pada pengelolaan pemerintahan, pembangunan dan keuangan, "jelas Bustami lagi.

Sebagai informasi, hampir dipastikan tahun ini APBD Bengkalis mengalami defisit pada kisaran angka Rp 1,1 trilyun hingga Rp 1,3 trilyun, sesuai dengan besaran APBD yang disahkan DPRD Bengkalis tahun 2018 adalah Rp 3,6 trilyun.

Kemudian hutan hutang pihak ketiga Rp 391 miliar dan dana desa Rp 65 miliar dengan total Rp 456 miliar yang harus dibayarkan menggunakan dana APBD 2018. Artinya besaran pembiayaan yang harus dibayarkan tahun ini sesuai nilai APBD Rp 3,6 trilyun ditambah hutang tahun 2017 melebihi Rp 4,1 trilyun.

Disisi lain, sesuai dengan penerimaan Bengkalis tahun-tahun sebelumnya hanya pada kisaran Rp 2,7 sampai Rp 2,8 trilyun dari DBH Migas, DBH pajak, Penerimaan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Dana Alokaso Umum (DAU).

Sekiranya Bengkalis tahun ini (2018), hanya menerima pendapatan lebih kurang sama dengan tahun sebelumnya, maka alamat defisit APBD maksimal akan mencapai Rp 1,3 trilyun.**Red.

 

 


Post date: 2018-04-20 21:53:58
Post date GMT: 2018-04-20 14:53:58
Post modified date: 2018-04-20 22:10:13
Post modified date GMT: 2018-04-20 15:10:13

Powered by [ Universal Post Manager ] plugin. MS Word saving format developed by gVectors Team www.gVectors.com