87 Koperasi di Kab. Bengkalis Terancam Dibubarkan

Diterbitkan Tanggal: 18 / 04 / 18

Kategori: | Bengkalis, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah akan membubarkan sebanyak 87 Koperasi yang dinilai tidak aktif di Bengkalis. Hal ini diungkap Kepala Bidang Perizinan dan Kelembagaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Bengkalis Suiswantoro, Selasa (17/04/17) siang.

Dijelaskan, 27 Koperasi yang dibubarkan ini merupakan usulan pada tahun 2016 lalu sebanyak 120 koperasi yang tidak aktif. “Pada tahun 2016 lalu pihak Kementerian mengusulkan ke kita untuk memverifikasi Koperasi yang diduga tidak aktif sebanyak 120 koperasi. Pada tahun 2017 kemarin berhasil kita verifikasi sebanyak 87 koperasi, “ungkap Suiswantoro.

Koperasi ini sudah lengkap data serta badan hukumnya tahun berdirinya sehingga secara sah bisa dibubarkan. Sementara itu sisanya ada sebanyak 33 koperasi masih belum jelas data berdirinya serta badan hukumnya.

Pembubaran koperasi tersebut direncanakan secara nasional akan diumumkan di Bogor pembubaran koperasi tersebut berserta koperasi lainnya di seluruh Indonesia pada hari Kamis pekan ini. Koperasi yang dibubarkan ini, rata rata koperasi simpan pinjam yang badan hukumnya berdiri diperkirakan pada tahun1999 sampai tahun 2000. Namun saat ini tidak ditemui lagi kantor, anggota serta pengurusnya.

“Jadi mereka yang dibubarkan ini sudah tergolong koperasi yang sudah tidak aktif lagi, “ungkap Suis

Selain pembubaran koperasi yang diusulkan Kementerian tersebut, Diskop UMKM Bengkalis sendiri juga telah mengusulkan sebanyak 326 koperasi untuk dibubarkan pada tahun 2017 kemarin. Namun usulan ini belum di tindaklanjuti oleh pihak Kementerian.

Menurut dia, pembubaran koperasi ini sengaja dilakukan karena saat ini  data yang keluar dari online data  sistem (ODS) Koperasi banyak yang sudah tidak aktif koperasinya. Sehingga pihaknya merasa kesulitan saat melakukan monitoring, pengawasan dan pembinaan koperasi.

“Kalau di ODS ini isinya semua koperasi yang aktif kita jadi gampang dalam melakukan pengawasannya. Sementara saat ini masih ada yang tidak aktif menjadi sulit untuk melakukan pengawasan, “tandasnya.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!