Tuntutan Pembagian Plasma “Nihil”, Warga Rupat Gandeng Camat, Untuk Panggil PT. Marita Makmur Jaya

Diterbitkan Tanggal: 17 / 04 / 18

Kategori: | Bengkalis, PERISTIWA, TODAY |

RIAUEXPRESS, RUPAT – Sejumlah personil Polsek Rupat Selatan, Rupat Utara, pihak Koramil dan 1 Pleton Polres Bengkalis, melakukan pengawalan dan pengamanan orasi damai yang dilakukan penduduk Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat ke PT Marita Makmur Jaya (MMJ), Senin (16/04/18).

Orasi damai Senin kemarin dimulai pukul 09.00 WIB, yang terpusat di lapangan bola kaki Kampung Jawa, Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat, Kabuapaten Bengkalis, sesuai surat masuk dari masyarakat Desa Darul Aman kepada Polsek Rupat pada hari Rabu Tanggal 11 April 2018 lalu.

Baca juga:

Mendemo PT. Marita Makmur Jaya Dari Pagi Sampai Sore, Warga Rupat Hasilnya “Nihil”

Setelah Masayarkat Desa Darul Aman ini berkumpul sekitar 100 orang, dengan berbekal.alat peraga karton bertuliskan tuntutan ke PT. MMJ, pengeras suara, ikat kepala warna putih dan karton, sekitar pukul 09.30 WIB meraka mulai merangsek ke Kantor Camat Rupat Selatan.

Sampai di Kantor Camat Selatan, massa yang di pimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Sobari sekitar pukul 10.00 WIB, mereka langsung melakukan orasi, dengan teriakan-teriakan, dan meminta pihak Kecamatan untuk mendukung meraka tuntutan terhadap PT. MMJ.

Camat Rupat Selatan Hanafi, yang semula sudah standbay di Kantor, dan langsung menyambut kedatangan Massa ini, yang didampingi oleh Kapolsek Rupat Selatan AKP Masrial Ssos, pihak Koramil Kepala UPTD Koprasi dan Ketua KPUD Rupat Jaya, Zaeli Yahya.

Setelah dilakukan dialog, dilanjutkan mediasi di Aula Kantor Camat Rupat Selatan. Namun upaya mediasi ini tidak ada titik temu, karena massa memaksa untuk tetap memanggil pihak Perusahaan PT. MMJ, untuk memenuhi tuntutan massa tersebut.

Pada akhirnya, Camat Hanafi menyarankan untuk mengarah ke Kantor PT MMJ. Dan sekitar pukul 11.00 WIB, massa bergerak ke PT.MMJ, yang didampingi Camat Rupat Hanafi, Kàpolsek Rupat AKP Masrial Ssos. Dan sekitar pukul 13.30 WIB, massa ini baru tiba di Kantor MMJ.

Ada tiga tuntutan yang disampaikan massa ini, terhadap PT. MMJ yang langsung diungkapkan oleh Korlap Sobari, yakni;

1. Kami menduga PT. MMJ telah melenceng dari perjanjian plasma yang mengacu pola KPPA (Kredit Koperasi Primer (untuk) Anggota).

2. Kami menduga adanya kejanggalan terbitnya HGU tahun 2004, dan pelepasan kawasan hutan produksi tahun 2008.

3. Kami menduga maslh adanya kejanggalaan tenaga kerja terhadap KHT (Karyawan Harian Tetap) dan UMR (Upah Minimum Regional), berdasarkan ketentuan Disnaker.

Usai melakukan orasi, Direktur PT. MMJ, Maria keluar menyambut massa ini dan, mereka diminta melakukan mediasi di ruang rapat Kantor PT. MMJ, yang langsung di pimpin oleh Direktur Maria.

Maria menyampaikan, bahwa, pertama; pembagian lahan plasma akan segera dibagikan, apabila sudah selesai seluruhnya dikerjakan. Karena lahan yang seluas 7000 H, baru bisa dikerjakan 3000 H. Dan lahan di lokadi Desa Titi Akar juga belum selesai.

“Rencananya, apabila sudah selesai seluruhnya, kita dari pihak perusahaan akan membagikan sesuai nama yang tertera dalam anggota Koparasi Rupat Jaya, dan Kelompok Tani, yang ada di Desa Darul Aman, “ujar Maria.

Kedua; menurut Maria, terkait HGU, pihak Perusahaan sudah memenangkan dipersidangan PETUN.

Ketiga; Terkait Tenaga Kerja, pihak perusahaan hanya memiliki karyawan borongan, bukan karyawan perusahaan yang telah diatur Disnaker.

Bahkan, Direktur Maria juga jelaskan, bahwa pembagian Plasma tersebut akan dilakukan pihak PT. MMJ pada tahun tahun 2021. Dan massa tidak setuju atas keputusan pihak Perusahaan tersebut dan membubarkan diri.

Pada akhirnya sekitar pukul 17.30 WIB, massa berkumpul kembali di rumah Kades Darul Aman, untuk membahas langkah selanjutnya, sampai tuntutan masyarakat terpenuhi pihak Perusahaan.

Dalam pertemuan massa ini, telah sepakat bersama, bahwa masyarakat akan melakukan rencana mediasi kembali di Kantor Camat Rupat dalam waktu dekat, yang akan melibatkan Direktur PT. MMJ, Ketua Koprasi Rupat Jaya, seluruh Kelompok Tani di Desa Darul Aman.

Demikian laparon resmi dari Kepolisian Resort (Polres) Bengkalis, melalui Paur Humas Polres Aiptu Yeko, Senin (16/04/18) malam, bahwa sekitar pukul 18.00 WIB, rapat di rumah Kades Darul Aman, selesai, yang situasi masih tetap aman terkendali.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!