Pembunuh Pensiunan TNI AL, Ternyata Seorang “Bandit” Jalanan

Diterbitkan Tanggal: 14 / 04 / 18

Kategori: | HUKUM & KRIMINAL, NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Teka-teki siapa pembunuh Hunaedi (83), di Jalan Kayu Manis Nomor 18, Komplek TNI Al Pangkalan Jati, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, terungkap sudah.

Tak disangka, pensiunan TNI AL itu tewas ditangan bandit jalanan berinisial S alias K (20) yang baru keluar penjara 2 minggu sebelum kejadian, terkait kepemilikan senjata tajam.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar mengatakan, pelaku ditangkap Kamis dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB.

“Alhamdulillah dengan seizin Tuhan Yang Maha Esa pelaku pembunuhan di Pondok Labu, Komplek TNI AL, berhasil kami tangkap. Pelaku berinisial S alias K,” ujar Indra, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (12/4).

Indra menerangkan, satu pekan lalu, Kamis (5/4), Hunaedi meregang nyawa dengan luka tusukan senjata tajam di bagian tangan dan dada, sekitar pukul 18.00 WIB, di rumahnya. Istri korban Sofiah, sempat menyaksikan suaminya dihabisi si pelaku.

“Istri korban kemudian lari keluar untuk minta pertolongan, dan saat itu juga pelaku langsung melarikan diri meninggalkan TKP lewat pintu belakang,” ungkapnya.

Pasca-kejadian, jajaran Polsek Cilandak, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan dibantu Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membentuk tim untuk memburu pelaku.

“Dalam kurun satu minggu, tim terus melakukan penyelidikan. Selama satu malam tim olah TKP dalam rangka mencari bukti dan petunjuk, termasuk saksi untuk diminta keterangan,” katanya.

Dua hari lalu, tim mulai menemukan titik terang dengan mengidentifikasi pelaku lewat rekaman kamera pengawas alias CCTV yang didapatkan di salah satu rumah di sekitar lokasi.

“Sehingga kami mulai bisa identifikasi ciri-ciri pelaku. Tim terus bekerja mencari di mana para pelaku berada,” jelasnya.

Menurutnya, dini hari tadi, tim mendapatkan laporan dari Polsek Cilandak kalau terjadi keributan di daerah Pondok Labu. Ada beberapa pemuda yang hendak melakukan tawuran atau berkelahi.

“Kemudian, tim dari Polsek dan Reskrim Polres Jakarta Selatan segera ke lokasi mencari tahu dan mengklarifikasi keributan itu,” katanya.

Sesampainya di lokasi, lanjutnya, anggota mendapatkan ada dua orang yang sedang berkelahi. Salah satunya, terindikasi merupakan pelaku pembunuhan terhadap Hunaedi melalui tato yang ada di lengannya.

“Tim melihat seseorang (S) dengan ciri khusus di tato lengannya. Di mana tato lengannya itu sudah teridentifikasi lewat rekaman CCTV. Kemudian, seketika dia diamankan karena kami curiga terkait dengan kejadian di Pondok Labu,” ucapnya.

Sejurus kemudian, pelaku S dibawa ke Polsek Cilandak dan digelandang ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami lakukan pemeriksaan intensif untuk meyakinkan apakah benar dia pelaku pembunuhan. Setelah pemeriksaan yang bersangkutan akhirnya mengaku walau pun sempat mengelak. Kami menunjukan fakta-fakta dan akhirnya yang bersangkutan berterus terang,” tegasnya.

Indra mengungkapkan, pelaku asal Pamulang, Tangerang Selatan, itu mengontrak bersama kekasihnya di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan.

“Yang bersangkutan kontrak, di Pondok Labu. Tidak bekerja. Pernah ditangkap di Pesanggrahan, karena membawa sajam, dikenakan Undang-undang Darurat. Dia baru keluar 2 minggu sebelum kejadian, “tandasnya.**Red.

 

 

Sumber: BeritaSatu

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!