Bukhari: Kapan Lagi Jaksa Bengkalis Ikut Program Pemberasan Narkoba, Kalau BB 2 Kg Sabu Hanya Dituntut 17 Tahun Penjara

Diterbitkan Tanggal: 10 / 04 / 18

Kategori: | Bengkalis, NARKOBA, Pekanbaru, TODAY |

Bukhari

 

RIAUEXPRESS, PEKANBARU – Datuk Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat. Laskar Melayu Bersatu (DPP-LMB) Letjend TNI (Purn) Syarwan Hamid melalui Datok Setia Usaha Bukhari Heri, mengungkapkan kekesalannya, terkait kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, dalam ikut serta pemberantasan narkoba.

“Itulah yang menjadi heran dari pihak masyarakat terhadap kinerja Kejari Bengkalis, sebab barang bukti narkoba yang diantaranya sabu 2 kg dan pil ekstasi1988 butir, hanya dituntut 17 tahun penjara, “ungkap dia ketika dihubungi, Selasa (10/04/18).

Baca juga:

JPU Kejari Bengkalis Tuntut Dua Terdakwa 2 Kg Sabu 17 Tahun Penjara

Baca juga:

Ternyata, Kejati dan Kejari Bengkalis “Kompak”, Tuntut Terdakwa Miliki sabu 2 Kg, Hanya 17 Tahun

Baca juga:

Soal Sabu 2 Kg Hanya Dituntut 17 Tahun, Kejari Bengkalis Dituding Tak Mihak Pemberantasan Narkoba

Sedangkan, lanjut salah satu tokoh di Riau ini, di PN Pekanbaru 1,5 kg sabu, pelaku di vonis mati. Jadi kalau pihak JPU Kejari Bengkalis hanya menuntut 17 tahun penjara, terhadap terdakwa dengan barang bukti 2 kg sabu dan pil ekstasi1988 butir, minimal Majelis Hakim akan menvonis terdakwa 2/3 dari tuntutan, sekitar 13-14 tahun penjara.

“Jadi kapan lagi pihak Penegak Hukum Kejaksaan ikut serta dalam proses pemberantasan narkoba, kalau tuntutan barang bukti yang luar biasa tersebut, hanya belasan tahun, “kesal pria ini.

Sebelumnya, dua terdakwa yang dituntut JPU Kejari Bengkalis 2 tahun penjara tersebut, merupakan warga jalan Penampar, Kec. Bantan, Kab. Bengkalis bernama Hendri (25) dan Buyung Zulfikar (26).

Awalnya, kedua terdakwa ini melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman pidana mati, yang diyakini sebagai jaringan sindikat internasional.

Kedua terdakwa ini awalnya dibekuk anggota Polsek Bantan di Jalan Penurun, karena ketahuan membawa narkoba dari Perairan Desa Muntai, Kec. Bantan, Kab. Bengkalis, Riau, yang akan dikirim ke Pekanbaru, pada hari Kamis (25/08/17) sekitar pukul 20.30 WIB tahun lalu.

Ketika dilakukan penangkapan, keduanya sempat mengelabui petugas dengan membuang barang bukti, namun tidak berhasil. Bahkan kedua pelaku ini mengaku sudah melakoni sebagai kurir narkoba sebanyak dua kali, dan menerima upah Rp10 juta rupiah.

Sidang kedua terdakwa ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis jalan Karimun, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dame P. Pandiangan, SH, dan dua hakim anggota Annisa Sita Wati, SH dan Mohd. Rizki Musmar, serta pihak JPU Handoko. SH.

Sidang ini pada hari Kamis (05/04/18) lalu, telah digelar kembali sidangnya dengan agenda pledoi (pembelaan) dari kedua terdakwa, yang tanpa menggunakan Pendamping Hukum (PH), dan sidang selanjutnya, menurut informasi beredar, akan digelar pada hari Rabu (11/05/18) pekan depan.

Namun, agenda selanjutnya belum dapat diketahui, apakah jawaban dari JPU atas pledoi kedua terdakwa, atau langsung agenda putusan dari Majelis Hakim, lantaran sidang ini seakan menghindari media untuk diliput.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!