Berkas Tahap 1, Kedua Tersangka WNA Asal China Yang Diamankan Imigrasi Bengkalis, Telah Dilimpahkan ke Kejari

Diterbitkan Tanggal: 26 / 03 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Kantor Imigrasi Kelas II Bengkalis menetapkan tersangka terhadap dua orang warga Tionghoa yang merupakan ayah dan anak, inisial ZS (52) dan ZY (27), karena diduga menyalahi aturan tinggal, kini berkas telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Senin (26/03/18).

Demikian yang disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Bengkalis Toto Suryanto, melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan keimigrasian (Kasi Wasdakim) Bakti Perwira H di Kantor Imigrasi Bengkalis jalan A. Yani.

“Berkas dua tersangka WNA asal negara China tersebut, tadi sudah kita limpahkan ke Kejari, yang dilakukan oleh Penyidikan PPNS Imigrasi Bengkalis, Agung ‎Ismardianto bersama saya, yang langsung di terima oleh pihak Jaksa, “ujarnya, Senin (26/03/18).

Bakti menyebut, pada hari Selasa (20/03/18) pekan lalu, pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap dua tersangka tersebut, dan pada hari Kamis kemudian, kedua tahanan tersebut dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis jalan Petanian.

“Setelah berkas itu dilimpahkan, pihak Kejari ada waktu 14 hari untuk mempelajari berkas perkara tersebut, dan kita berharap, jika sudah dinyatakan lengkap, langsung P21 untuk di Sidang ke Pengadilan, “ujar dia.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis Heru Winoto melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Robi Harianto mengatakan, pihak Imigrasi baru menyerahkan berkasnya saja, yang statusnya masih tahap 1.

“Iya, jelang siang tadi, berkas dua tersangka WNA asal China tersebut sudah dilimpahkan ke kita, namun statusnya masih tahap 1, yang artinya belum ada serah terima barang bukti dan tersangka, “ujarnya ketika di hubungi yang mengaku sedang diluar kota.

Sebelumnya, WNA asal negera China inisial ZS (52) dan ZY (27), diamankan pihak Imigrasi Bengkalis, lantaran diduga melakukan pelanggaran izin tinggal, dengan menjual es krim di jalan Kelapapati Laut, Kota Bengkalis.

Kedua orang tersangka warga Tionghoa itu, untuk inisial ZS yang statusnya ayah dari ZY, hanya mengantongi izin melancong, namun dia bekerja menjual es krim. Dan anaknya ZY melakukan pembiaran ayahnya bekerja menjual es krim.

Sedangkan anak ZS, berinisial ZY meski sudah mengantongi izin bekerja, namun tempat kerjanya hanya di lokasi Kota Pekanbaru, namun kejadiannya tersangka ZY tersebut menjual es krim di Kota Bengkalis bersama ayahnya ZS di ruko jalan Kelapapati Laut.

Atas pelanggaran tersebut, pihak Imigrasi Bengkalis menjerat kedua tersangka dengan pasal 122 huruf a dan b tentang keimigrasian, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda masing-masing 500 juta rupiah.

Barang bukti yang diamankan pihak Imigrasi dari kedua tersangka, berupa 2 parpor, 2 bungkus es krim, 1 kalkulator dan sejumlah uang pecahan jumlah keseluruhan Rp300 ribu rupiah.**Red.‎

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!