Setelah Diperiksa Dokumen, Dua Kapal Ro-Ro tak Penuhi Syarat Berlayar

Diterbitkan Tanggal: 22 / 03 / 18

Kategori: | Bengkalis, PELAYANAN, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Pemeriksaan seluruh perlengkapan dokumen Kapal Ro-Ro penyeberangan Sei. Pakning-Bengkalis, yang dilaksanakan Polres Bengkalis bersama Syahbandar (Apdel) Bengkalis, sempat membuat pengelola empat kapal Ro-Ro kelabakan, Rabu (21/03/18) petang

Karena setelah diperiksa secara menyeluruh, baik perlengkapan dan dokumen kapal Ro-Ro, diketahui dua armada Ro-Ro tidak memenuhi aturan pelayaran. Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni, SIK saat dihubungi wartawan, Kamis (22/03/18).

Menurutnya, pemeriksaan perlengkapan kapal dan dokumen Ro-Ro itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi selama pelayaran berlangsung.

“Dari hasil pemeriksaan itu, didapati dua armada Ro-Ro tidak melengkapi aturan pelayaran, termasuk dokumennya. makanya, hanya dua kapal Ro-Ro yang memenuhi syarat bisa beroperasi, selebihnya masih dihentikan,”kata dia.

Menurut perwira dua melati dipundak itu, pemeriksaan tersebut dilakukan dalam upaya menjaga keselamatan penumpang dan pengguna jasa Ro-Ro.

“Pilih mana, pilih keselamatan atau mengabaikan, karena sisi bisnisnya saja, jadi untuk hal ini sebelum kapal beroperasi harus memenuhi aturan, karena ada aturan terkait pelayaran itu wajib dipatuhi, ”terangnya.

Sementera itu, Kepala Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis Julhairi, membenarkan hal itu, menurut Julhairi, terkait pemeriksaan kapal Ro-Ro dalam proses pemeriksaan administrasi pelayaran.

“Kita sudah tempat petugas kita disana, kita syahbandar mengandung hukum administrasi ini, karena yang lebih tahu dalam hal ini adalah nakhoda, apa yang diajukan berkas pelayarannya itu yang diberikan izin berlayar, “ungkap dia.

Menurutnya lagi, seluruh pemeriksaan dokumen ini menjadi upaya untuk mengantispasi agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan selama pelayaran berlangsung.

“Saya himbau kepada operator kapal untuk menyampaikan kru atau orang yang bekerja di kapal yang sebenarnya, apa yang diajukan nakhoda atau agen kapal maka kita berangkatkan. Karena masalah arus penyeberangan ini, menyangkut kepentingan banyak orang, menghindari terjadinya atau penumpukan penumpang, sehingga mobilisasi penumpang dan barang lancar,”paparnya.

Disinggung soal sanksi, Julhairi mengaku, sejauh ini sanksi teguran akan diberikan kepada pengelola kapal dan agen.

“Sanksi kita memberi teguran ke agen, supaya tidak terulang kembali. Ini masalah sanksi administrasi pelayaran, maka sesuai hukum yang berlaku harus dipenuhi sanksi administrasi tersebut,”katanya.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!