KPK Kembali ke Bengkalis, Hanya Proyek MY di Rupat Atau Ada Bidikan Baru? ,,,,

Diterbitkan Tanggal: 20 / 03 / 18

Kategori: | Bengkalis, KORUPSI, KPK, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Komisi Pemberaantsan Korupsi (KPK), kembali ke Bengkalis dan melakukan penggeledahan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Dareah (DPRD) Bengkalis, Senin (19/03/18) Sekitar pukul 16.00 WIB.

Diperkirakan ada sekitar 9 petugas KPK yang melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Bengkalis jalan Antara tersebut, yang diduga dalam pengembangan kasus korupsi Proyek Multi Years (MY), yang diduga merugikan negara Rp80 Milyar dari anggaran APBD 2013-2015 Rp495 Milyar, dari keseluruhan 6 titik proyek MY di Kabupaten Bengkalis Rp1,2 Triliun.

Proyek MY jalan lingkar di Pulau Rupat yang telah menjerat Mantan Kadis PU Bengkalis Muhammad Nasir yang saat ini menjadi Sekda Kota Dumai, dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (MRC) Hobby Siregar, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Proywk MY yang kini telah masuk bidikan KPK di Pulau Rupat tersebut di proyek tahun 2013-2015, dalam peningkatan jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis.

Perkara dugaan korupsi ini mencuat setelah KPK melakukan pencekalan terhadap Sekda Kota Dumai saat akan berangkat haji melalui embarkasih Dumai, yang sebelumnya KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah Kantor Dinas Bengkalis, termasuk di ruangan Bupati dan Kabag Umum, Selasa (08/08/17) siang tahun lalu.

Dari pantauan ada sekitar 11 Anggota Polres Bengkalis bersenjata lengkap, mengawal pihak sejumlah penyidik KPK melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Bengkalis tersebut.

“Benar, petugas KPK di Kantor DPRD ini untuk mencaasri berkas proyek MY di Pualu Rupat tahun anggaran 2013-2015 lalu, “ujar Ketua DPRD Abdul Kadir yang juga kebetulan keluar dari ruang kerjanya.

Dia jelaskan, pihaknya hanya sebatas mendampingi petugas KPK dalam mengumpulkan dokumen yang dicari, pada sejumlah ruangan terkait kasus pembangunan jalan di Rupat tersebut.

“Kita tadi juga minta Sekwan untuk mendampingi KPK dalam mengumpulkan dokumen yang selanjutnya dikumpulkan diruangan saya, ” kata Abdul Kadir.

Selain itu, disebutkan, Kepala Bappeda dan Mantan KPA proyek MY di Pulau Rupat, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Tanaman dan Ketahanan Pangan Syafrizan, juga dihadirkan untuk membantu KPK mencari nerkas yang diinginkannya.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!