Alasan Sakit, Bacaan Tuntutan Pemerkosaan Oknum Satpol PP Kembali Ditunda

Diterbitkan Tanggal: 14 / 03 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Sidang lanjutan dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa oknum Satpol PP Bengkalis (KS), yang diduga melakukan pemerkosaan kepada siswi SLTA di Kecamatan Rupat, bunga (16) (samaran-red), ditunda yang ketiga kalinya, Selasa (13/03/18).

Penundaan sidang yang ketiga kalinya ini tidak diduga-duga oleh Ayah korban Erwan Kasim (42) sebelumnya. Setelah dirinya bersama saudaranya Safaruddin, yang akan menghadiri sidang agenda bacaan tuntutan kasus yang menimpa putri.

“Sidang ditunda lagi mas. Tadi Panitra Pengadilan Negeri (PN) datangi ke saya, katanya terdakwa KS jatuh sakit, “ujarnya, Selasa (13/03/18).

Sebelumnya, sidang perdana dengan agenda bacaan dakwaan sekaligus mendengarkan saksi-saksi terkait dugaan pemerkosaan KS terhadap anak dibawah umur ini, telah di gelar pada hari Selasa (20/02/18) bulan lalu.

Namun dalam agenda bacaan tuntutan pada pekan depannya, tanggal (27/02/18) ditunda, yang tidak diketahui alasan pastinya. Sedangkan sejumlah keluarga terdakwa, saat itu sudah terlihat mondar-mandir di PN menunggu sidang tersebut dilanjutkan.

Kemudian sidang bacaan tuntutan ini kembali ditunda, tepatnya tanggal (06/03/18) pekan lalu, karena dengan alasan pihak Kejari Bengkalis, belum selesai menyusun tuntutan.

Yang terakhir, tanggal (13/03/18) sidang yang hanya membacakan tuntutan terhadap terdakwa kembali ditunda, dengan alasan terdakwa KS jatuh sakit.

Sidang dugaan pemerkosaan ini, dipimpin Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah, SH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH, dan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, Sri Hariyati. SH.

Korban pemerkosaan ini, adalah warga Kecamatan Rupat, yang masih duduk dibangku SLTA, sebut saja bunga (16), pelaku KS. Lantaran pelaku juga sudah mengantongi foto korban dengan kondisi tak senonoh. Maka kehendaknya bisa kembali memaksa korban, dengan alasan tidak mau mengikuti keinginan, akan menyebarkan foto tersebut.

Perkara ini bisa terungkap, setelah keluarga korban melaporkan kepada yang bersangkutan ke Polsek setempat pada hari Jum’at (29/12/17) tahun lalu, lantaran tidak terima atas perbuatan pelaku terhadap anak gadisnya yang masih dibawah umur.

Ayah korban, Erwan Kasim mengakuinya, bahwa KS tersebut dinilai memang sudah bejat prilakunyan sehingga JPU diminta menuntut KS setinggi-tingginya, dan kepada Majelis Hakim untuk menvonis pelaku seberat-beratnya.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!