Setelah Sunan Kalijaga, STAIN Bengkalis Juga Ikutan Larang Mahasiswi Bercadar

Diterbitkan Tanggal: 12 / 03 / 18

Kategori: | Bengkalis, PENDIDIKAN, RELIGIUS, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis  meminta mahasiswinya tak mengenakan cadar selama di lingkungan kampus.

Hal ini  sebagaimana tertuang dalam kode etik mahasiswa STAIN Bengkalis Pasal 14  ayat 2 yang menyebutkan ” Bahwa Wanita harus memperlihatkan wajahnya (tidak mengenakan cadar, burkah dan sejenisnya.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu mahasiswi yang tidak mau disebutkan namanya, saat proses belajar mengajar ia diminta untuk melepaskan cadarnya, bahkan cadarnya sekarang diganti dengan masker pun juga diminta dilepaskan.

Pihak kampus STAIN Bengkalis  memerintahkan kepada setiap Program Studi (prodi)  untuk menyampaikan langsung kepada civitas akademika  larangan mengenakan cadar kepada mahasiswi di lingkup kampus.

Soal larangan bercadar di lingkungan kampus menjadi sorotan, setelah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakart   mengeluarkan edaran tertulis soal itu, bahkan surat edaran itu dicabut diganti dengan pembinaan.

Sejumlah pihak mengecam keputusan kampus melarang mahasiswi mengenakan burkah. Kebijakan tersebut  itu bertentangan dengan UUD 1945 yang menjamin warga negara menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Selain itu, MUI Pusat menilai penggunaan cadar bukan permasalahan utama akidah dalam Islam. Oleh karena itu, menurutnya, penggunaan cadar tak perlu diatur sebagai larangan.

“MUI imbau supaya masyarakat bisa menerima perbedaan pendapat tentang masalah cadar. Jangan dilarang-larang orang pakai cadar. Kampus juga tidak perlu mengatur larangan itu, hormatilah perbedaan pendapat yang bukan masalah akidah, “ujar Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas.**Rls.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!