Mau Tahu Awal Munculnya Hari Perempuan Internasional ?

Diterbitkan Tanggal: 12 / 03 / 18

Kategori: | INTERNASIONAL, KOMUNITAS, TODAY |

Ilustrasi

 

RIAUEXPRESS – HARI Perempuan Internasional adalah kesempatan untuk merayakan kemajuan yang dicapai dalam mewujudkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan mengupayakan momentum yang lebih besar menuju kesetaraan gender di seluruh dunia.

Ini adalah hari untuk mengenali tindakan perempuan yang luar biasa dan untuk berdiri bersama, sebagai kekuatan bersatu, untuk memajukan kesetaraan gender di seluruh dunia.

Tapi apakah Anda tahu asal usul Hari Perempuan Internasional? Jika belum berikut penjelasannya.

Peringatan Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada 28 Februari 1909 di New York, Amerika Serikat yang diusulkan oleh Partai Sosialis Amerika Serikat untuk memperingati setahun berlalunya demonstrasi kaum perempuan di New York pada 8 Maret 1908.

Gerakan tuntutan hak oleh kaum perempuan pada 1908 ini dilatarbelakangi oleh para pekerja pabrik garmen. Mereka menuntut hak berpendapat dan berpolitik.

Pada tahun 1910, organisasi sosialis internasional berkumpul di Kopenhagen untuk menetapkan Hari Perempuan. Usul ini disepakati oleh 100 perempuan dari 17 negara. Namun belum ditetapkan soal tanggal berapa hari tersebut diperingati.

Pada tahun berikutnya Austria, Jerman, Swis, dan Denmark memperingati Hari Perempuan Internasional pada tanggal 19 Maret dengan melibatkan lebih dari 1 juta perempuan dan laki-laki.

Pada tahun 1913 – 1914 Hari Perempuan Internasional dipakai untuk penolakan Perang Dunia pertama dan aksi solidaritas sesama perempuan.

Dan akhirnya pada tahun 1975, Perserikatan Bangsa Bangsa merayakan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret. Sejak saat itulah pada tanggal ini diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.

Sejak tahun-tahun awal, Hari Perempuan Internasional telah mengambil dimensi global baru bagi perempuan di negara maju dan berkembang. Gerakan perempuan internasional yang semakin meningkat telah membantu memperingati sebuah titik reli untuk membangun dukungan bagi hak dan partisipasi perempuan di arena politik, sosial, budaya dan ekonomi.

Untuk memperingati hari ini berbagai perayaan dilakukan di seluruh dunia salah satunya UNESCO akan mengadakan berbagai acara di markas UNESCO termasuk sebuah pameran “Rulal Women dan instalasi karya seni, digital bertemakan “On Air with Rulal Women”. Demikian dilansir dari Thesun, Kamis (08/03/18).**Red.

 

 

 

Sumber: okezone

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!