Berbagai Tantangan Dalam Tuntaskan Jalan Perbatasan di Papua 1.098 Km

Diterbitkan Tanggal: 03 / 03 / 18

Kategori: | NUSANTARA, PELAYANAN, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Jalan paralel perbatasan Papua sepanjang 1.098,24 km kemungkinan tak bisa tuntas di 2019 mendatang. Selain masalah dana, medan yang berat menjadi faktor lain untuk menyelesaikan jalan perbatasan Papua dalam waktu dekat.

Medan yang berat tersebut seperti menembus bukit yang ada di segmen Oksibil ke Tanah Merah.”Ada yang berat sekali di Oksibil yang ke Tanah Merah. Medannya harus naik lagi ke Puncak, “ujar Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setyadi Moerwanto saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu, seperti dikutip, Sabtu (03/03/18).

Dengan medan perbukitan yang terjal, tak menutup kemungkinan akan ditembus dengan membuat terowongan, namun perlu dikaji lantaran harus menghitung biaya yang cukup besar.

“Makanya kita lagi menghitung lagi ini. Hanya kalau bikin terowongan itu kan kita harus ngangkut alatnya itu bagaimana ke sana. Itu yang menjadi pertimbangan. Itu masuk dalam pipeline desain kita, tapi kita fokusnya untuk Trans Papua dulu, “jelas Arie.

Jalan paralel yang dibangun dengan jalan nasional lainnya di perbatasan diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Selain itu, agar wilayah perbatasan tak lagi jadi halaman belakang, tapi menjadi halaman depan negara.**Red.

 

 

 

Sumber: detik.com

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!