Simulasi Pilpres: Seandainya Jokowi-AHY Berpasangan, Bisa Kalahkan Prabowo-Anies

Diterbitkan Tanggal: 19 / 02 / 18

Kategori: | NUSANTARA, POLITIK, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Lembaga Indo Baromoter mengadakan survei mengenai kandidat presiden dan wakil presiden yang diperkirakan meraih suara terbanyak dalam pemilihan umum 2019. Hasil simulasi menunjukkan bila Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Prabowo Subianto, maka tak ada calon pasangan lain yang mampu mengungguli keduanya.

Sementara itu bila Jokowi melawan Prabowo, maka Indo Barometer memprediksi Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sosok paling berpeluang menjadi pendamping Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, dalam skenario Jokowi-Prabowo, 48% responden akan memilih keduanya jika melawan pasangan Budi Gunawan-Anies Baswedan yang hanya didukung 3,9% responden. Sebanyak 50,2% responden akan memilih Jokowi-Prabowo jika melawan Anies-Budi yang hanya didukung 3,3% responden.

Sebanyak 49,5% responden akan memilih Jokowi-Prabowo jika melawan Gatot Nurmantyo-Anies Baswedan yang hanya didukung 4,5% responden. Adapun, Jokowi-Prabowo akan unggul 49,7% jika melawan pasangan Anies-Gatot yang hanya didukung 4,2% responden.

Adapun, Jokowi-Prabowo akan unggul 50,5% jika melawan Jusuf Kalla-Anies Baswedan yang hanya didukung 3,2% responden. “Jadi kalau Jokowi berpasangan dengan Prabowo, saya berani katakan Pilpres selesai,” kata Qodari di Hotel Century Atlet, Jakarta, Kamis (15/02/18).

Sementara itu dalam simulasi Jokowi melawan pasangan Prabowo-Anies, Indo Barometer memprediksi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai sosok yang paling berpeluang menjadi pendamping Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2019. Menurut Qodari, 38,6% responden akan memilih pasangan Jokowi-AHY jika melawan Prabowo-Anies yang didukung 22,2% responden.

Angka tersebut disusul pasangan Jokowi-Gatot Nurmantyo yang dipilih 38,4% responden ketika melawan Prabowo-Anies yang didukung 22,4% responden. Sementara, Jokowi akan dipilih 37,5% responden jika didampingi Ridwan Kamil ketika melawan Prabowo-Anies yang didukung 22,4% responden.

Sebanyak 37% responden akan memilih Jokowi jika berpasangan dengan Tito Karnavian saat melawan Prabowo-Anies yang didukung 21,5% responden. Adapun, 36,8% responden akan memilih Jokowi jika berpasangan dengan Sri Mulyani Indrawati melawan Prabowo-Anies yang didukung 21,9% responden.

Menanggapi hasil survei Indo Barometer, Koordinator bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Jawa dan Kalimantan Nusron Wahid meyakini Jokowi akan memenangkan Pilpres 2019 siapapun pendampingnya nanti. Namun, dia menyatakan hal tersebut akan terjadi jika isu SARA tak dimunculkan kembali.

“Saya optimis Pak Jokowi bisa menang kalau sepanjang 2019 nanti tetap diwarnai isu-isu kemanusiaan,” kata Nusron.

Selain itu, Nusron memprediksi jika Jokowi tak akan melawan Prabowo pada Pilpres 2019. Sebab, Prabowo tidak akan mencalonkan diri sebagai calon presiden.

“Saya meyakini dan kami sudah persiapan. Lawannya Pak Jokowi bukan Pak Prabowo, entah siapa orangnya nanti,” kata Nusron.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo mengatakan, majunya Prabowo dalam Pilpres 2019 masih akan menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan uji materi ambang batas presiden (presidential threshold).

“Tunggu tanggal mainnya. Kalau tidak ada presidential threshold pasti maju, tapi kalau lebih bijak ya tunggu,” kata Aryo.

Survei Indo Barometer dilakukan pada periode 23-30 Januari 2018 yang melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia. Pemilihan responden dilakukan secara acak (multistage random sampling) dengan margin of error (tingkat kesalahan) sebesar 2,83% dan tingkat kepercayaan sebesar 95%.**Red.

 

 

 

Sumber: katadata.co.id

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!