This page was exported from [ http://riauexpress.com/press ]
Export date: Mon Aug 20 14:36:50 2018 / +0000 GMT

Abdul Kadir: Aroma Mar-Up Gedung Hubbul Wathan Duri Sangat Menyengat




RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bengkalis, mendukung penuh pihak Kejari Bengkalis dalam pemberantasan korupsi di Kabupaten Bengkalis.

Terutama dugaan Mark-Up proyek gedung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hubbul Wathan di Duri, Kecamatan Mandau, yang kini telah masuk tahap audit investigasi.

"Kita sangat mensuport dan angkat jempol kepada pihak Kejari dalam melakukan tindakan pemberantasan korupsi dugaan Mark-Up proyek STAI Hubbul Wathan tersebut, "ungkap Ketua DPD LAKI Kabupaten Bengkalis, Abdul Kadir, Selasa (13/02/18).

Karena, lanjut pria bertempat tinggal di Kecamatan Bantan ini, gedung STAI Hubbul Wathan dengan kontruksi bangunan dua lantai, 8 ruang belajar tersebut, aroma busuk dugaan Mark-Up sangat menyengat.

Menurutnya, kalau dihitung-hitung secara kasat mata, anggaran gedung Rp4,8 miliar di tahun 2016 lalu, dengan 8 ruang belajar, 1 ruangan diperkirakan menelan anggaran Rp300 juta dikalikan 8 ruangan menjadi Rp2,4 Milyar dan masih sisa Rp2,4 Milyar.

"Boleh saja, untuk anggaran cor di lantai dua, hitungan secara orang bodoh saja dianggarkan 1 milyar. Sehingga sisa anggaran masih Rp1,4 milyar. Dan saya tidak yakin untuk cor lantai dua itu sampai Rp1 milyar, kalau ia, emang cornya pakai bahan apa, dan sisa anggaran dikemanakan, "ujar Kadir bertanya.

Artinya, aroma dugaan Mark-Up proyek gedung STAI Hubbul Wathan sangat menyengat, "Sehingga dengan pihak Kejari fokus dalam melakukan tindakan pemberantsan korupsi terhadap pembangunan gedung tersebut, sangat kami dukung, "tambah Kadir.

Sebelumnya, Kajari Bengkalis Heru Winoto, melalui Kasi Intel Lignauli Sirait, bahwa perkara tersebut, sudah masuk dalam tahapan audit investigasi, sesuai keterangan Kasi Pidsus Arief Setya Nugroho.

Proyek gedung STAI Hubbul Wathan ini, yang telah menelan anggaran Rp4,8 miliar tahun 2016 lalu itu, terindikasi tidak sesuai spesifikasi dan volume, dan juga tidak sesuai dokumen dan pembayaran.

Dari perkara ini, pihak Kejari Bengkalis, DI tahun 2017 lalu, telah memanggil sejumlah saksi sekitar 13 orang untuk dimintai keterangannya sebagai saksi, yakni sejumlah dari Dinas PUPR, pihak rekanan PT. Cahaya Laksamana Putra Mahkota Abadi, Suhaemi, pihak Keuangan BPKAD, dan pimpinan STAI Hubbul Wathan, Buya Hamka.**Red.
Post date: 2018-02-13 13:52:48
Post date GMT: 2018-02-13 06:52:48
Post modified date: 2018-02-13 14:38:38
Post modified date GMT: 2018-02-13 07:38:38
Powered by [ Universal Post Manager ] plugin. HTML saving format developed by gVectors Team www.gVectors.com