Waduh, Pepohonan Memperindah Jalan Poros Bantan-Bengkalis Digondol Maling

Diterbitkan Tanggal: 08 / 02 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Meskipun baru selesai dibangun dan ditanam Desember 2017 lalu, keberadaan pohon-pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak sekitar 27 batang dalam pot permanen di Jalan Poros Bantan-Bengkalis Perbatasan Kecamatan Bengkalis Bantan (Taman Sari) Desa Bantan Tua, kini sudah raib.

Pohon jenis Cemara Udang yang ditanam ini, sekitar satu bulan lalu masih di tempat yang seharusnya. Namun, hari Kamis (08/02/18) ini, dari 27 batang bibit, sudah hilang 16 batang.

“Mungkin malam bang diambil tu. Kalau di depan rumah kami belum hilang, mungkin karena terang ada lampu. Kami pun baru tahu kalau sudah banyak yang hilang. Disini memang rawan bang, lampu teras saja disikat maling, “ungkap salah seorang warga Jalan Poros Bantan Bengkalis, Kamis (08/02/18).

Hilangnya tanaman hias memperindah jalan itu, juga sangat disayangkan masyarakat pengguna jalan. Upaya pemerintah yang seharusnya sama-sama dijaga, hanya dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

“Sangat disayangkan, kok bisa hilang begitu saja bekasnya pun tak kelihatan. Sekarang hanya ada rumput di pot itu. Kalau di maling, berarti malingnya tahu bahwa itu tanaman mahal, mudah-mudahan malingnya segera taubat, “harap salah seorang pengguna jalan, Sri.

Hilangnya tanaman hias ini, juga sempat diunggah warganet di beberapa media sosial (Medsos), sebagai bentuk keprihatinan.

Informasi tambahan, Proyek Sarana dan Prasarana RTH dibangun melalui APBD Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan dengan nilai pekerjaan Rp199,3 juta. Jika pohon Cemara Udang nominal perbatang sebesar Rp200 ribu, maka kerugian akibat ulang orang yang tidak bertanggungjawab itu mencapai jutaan rupiah.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!