Sidang Putusan Pemalsuan TDD Bupati Bengkalis: Dua Terdakwa Divonis Sama, 1,3 Tahun Penjara

Diterbitkan Tanggal: 09 / 01 / 18

Kategori: | Bengkalis, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Sidang lanjutan dugaan pemalsuan tanda tangan (TTD) Bupati Bengkalis Amril Mukminin terkait penerbitan izin prinsip palsu kepada PT. Bumi Rupat Indah (BRI), terhadap dua terdakwa, Bukhari (52) dan Muska Arya (42), dengan agenda putusan, di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis telah digelar, Selasa (09/01/18) di ruang Kartika.

Dalam sidang dengan agenda bacaan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis ini, dua terdakwa tersebut divonis dengan putusan yang sama.

Bacaan putusan secara terpisah, terdakwa Bukhari didampingi Penasehat Hukumnya (PH) Khairul Majid, dan Muska Arya didampingi PH, Farizal Misman, SH divonis oleh majelis hakim selama 1,3 tahun penjara potong masa tahanan.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya, Bukhari dituntut 1 tahun dan 6 bulan (1,5 tahun) penjara, sedangkan Muska Arya kurungan selama 1 tahun dan 4 bulan penjara.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah, SH didampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, S dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan, JPU Novriansyah, SH dan Andy Sunartejo,

Menurut majelis hakim, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 263 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana sesuai dakwaan kesatu, mengakibatkan merugikan kepala daerah dan pemerintah daerah.

Terdakwa Bukhari, dinyatakan bersalah karena memerintahkan untuk palsukan tanda tangan, dan Muska Arya melakukan pemalsuan tanda tangan.

Sebelum putusan dibacakan majelis hakim, sidang digelar dengan agenda mendengar tanggapan JPU atas nota pembelaan yang disampaikan terdakwa yang dibacakan pada Senin (8/1/18) kemarin.

Kemudian, menanggapi pledoi atau replik terdakwa, JPU tetap pada tuntutan sebelumnya, dan menanggapi atas replik JPU, PH kedua terdakwa menanggapi atau duplik masih dengan nota pembelaan yang disampaikan.

Putusan terhadap kedua terdakwa dengan masa tahanan akan berakhir pasa 16 Januari 2018 mendatang ini, sidang sempat diskor untuk memberikan kesempatan kepada majelis hakim bermusyawarah.

Atas putusan Majelis Hakim terhadap dua terdakwa Bukhari dan Muska Arya ini, JPU Kejari Bengkalis menyatakan pikir-pikir.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!