Telan 3 Paket Sabu Saat Digrebek, ASN ini Wassalam,,,,,

Diterbitkan Tanggal: 07 / 01 / 18

Kategori: | NARKOBA, NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, BATAM – Setelah beberapa jam diciduk Tim Musang Polres Natuna, Kepulauan Riau, oknum ASN di lingkungan Pemkab Natuna, pada akhirnya tewas, setelah menelan narkoba jenis sabu, untuk menghilangkan barang bukti, Jumat (05/01/18) pukul 16.00 WIB.

Oknum PNS ini berinisial AR, diburu petugas dan akhirnya berhasil tertangkap di rumahnya, Batuampar, Ranai, Natuna, lantaran dirinya diduga sebagai pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu.

Menurut Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK, sebelumnya Satuan Reserse Narkoba Polres Natuna menerima informasi, bahwa bersangkutan melakukan peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat, bahkan sasarannya kepada kalangan pelajar.

“Anggota kita melakukan penyamaran dan pengintaiaan, ternyata benar yang bersangkutan mengedarkan narkoba jenis sabu, ”Kapolres, Minggu (07/01/18).

Setelah mengantongi sejumlah bukti dan saksi, Sat Narkoba Polres Natuna di bawah komando AKP Ramlan Chalid melakukan penggerebekan.

“Saat digerebek, yang bersangkutan kalap dan mencoba menghilangkan barang bukti dengan cara menelan sejumlah paket sabu, “jelas Perwira melati dua ini, yang diamini Kasat Narkoba, Ramlan Chalid.

Proses menelan sabu itu, menurut Kapolres tidak disampaikan kepada petugas. Sehingga setelah dilakukan penggerebekan di rumah tersangka, petugas menemukan bukti berupa sabu, dan membawa tersangka ke Mapolres untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Tapi, tak lama sampai di Mapolres Sat Narkoba, sebelum tersangka dilakukan intogerasi, tiba-tiba tubuh pelaku ini mulai kejang-kejang, mulutnya berbusa, saat itu dia baru bilang ada menelan sabu, “beber Kapolres.

Melihat hal tersebut, polisi langsung melarikannya ke RSUD Natuna, para medis berusaha mengeluarkan tiga paket sabu yang diakui telah dia telan.

“Tapi dari tiga paket yang diakuinya ditelan, hanya dua paket yang utuh, sedangkan satu paket lagi sudah kosong, kantongnya sudah kosong saat keluar dari perut, “lanjut Nugroho.

Tindakan medis terus dilakukan agar membersihkan perut AR dari narkoba yang telah ditelannya.

Namun nasib berkata lain, sekitar pukul 04.00 subuh Sabtu (06/01/18) nyawa AR tak dapat diselamatkan lagi. Ia meninggal dunia di atas ranjang rumah sakit tersebut.

“Kami masih menunggu hasil visum pihak RSUD, untuk mengetahui sebenarnya, apa penyebab kematian yang bersangkutan, “katanya.

”Saya akui ada info polemik tentang kematian Almarhum AR yang dianggap keluarga tidak wajar, dan hal itu sangat saya mengerti, maka kita serahkan kepada yang berwenang pihak RSUD Natuna dalam ahlinya untuk mengeluarkan hasil Visum pada Senin (08/01/18) nanti, “tutup Kapolres.**Red.

 

Sumber: batamclick.com.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!