Diduga Alami Stress Karena Penyakit, Suami Bantai Istri, Anak dan Bunuh Diri

Diterbitkan Tanggal: 27 / 12 / 17

Kategori: | HUKUM & KRIMINAL, NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, LUMAJANG – Mujiono (40), seorang warga RT 16 RW 10 Blok Celengmati, Dusun Kebonan, Desa Yosowilangun Kidul Kec. Yosowilangun, Kab. Lumajang, membabat istrinya hingga meninggal dan membacok anaknya mengenai perut dengan menggunakan parang, Senin (25/12/17) pukul 04.30 WIB pagi.

Selanjutnya setelah menganggap istri dan anaknya tidak bernyawa, pelaku sebagai kepala keluarga inipun bunuh diri, dengan cara menusukkan parang ke bagian perut hingga ususnya keluar, dan meninggal ditempat.

Pembantaian kepada istri dan sekaligus bunuh diri ini, dilakukan pelaku lantaran diduga dirinya mengalami penyakit menahun yang tidak juga kunjung sembuh. Sehingga dengan rasa keputusasaan, tega melakukan pembataian tersebut.

Istri yang tega dibantai oleh pelaku bernama Kholifah (35), yang masih tidur pagi itu, dengan luka bagian leher, kepala, punggung bagian belakang dan sebelah kiri, serta tangan sebelah kiri, berakibat tewas di tempat.

Sedangkan anaknya yang hanya menderita luka di perut, bernama Khoiriyah (12). Dia sendiri setelah dibacok perut dengan parang, oleh pelaku (ayahnya), dirinya berpura-pura mati, sehingga tidak kesampaian dibacok kembali.

Kejadian ini berawal, saat keluarga tersebut dalam keadaan masih tidur pagi itu, pelaku tiba-tiba mengambil parang dan langsung membacokkan anaknya, dan membantai istrinya dalam kamar hingga meninggal.

Mendengar suara kegaduhan, para tetangga berbondong-bondong mendatangi rumah Mojiono, dan sekaligus melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Yosowilangun, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Setelah tiba di lokasi, Polisi langsung memasang garis Polisi Line, sedangkan korban Khoiriyah yang masih hidup, dilakukan dievakuasi ke RSD Dr. Hartoyo Lumajang untuk untuk dilakukan perawatan medis.

Untuk pihak keluarga, juga telah meminta kepada pihak Kepolisian, agar pelaku dan korban (suami-istri) yang meninggal, untuk tidak dilakukan visum dan akan di makamkan di TPU setempat.**Tim/Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!