Kajari Bengkalis Pastikan, Tuntutan Hukuman Mati Terhadap Eri Jack, Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Diterbitkan Tanggal: 03 / 12 / 17

Kategori: | BENGKALIS, NARKOBA, TODAY |

Sidang Eri Jack di PN Bengkalis

 

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Kejaksaan Negeri Bengkalis telah menyakini, bahwa terdakwa Heri Kusnadi alias Eri Jack, adalah otak peredaran narkoba 40 Kg sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi, yang ditangkap Polda Riau di Kabupaten Siak beberapa bulan lalu.

Demikian yang disampaikan Kajari Bengkalis Heru Winoto, bahwa tuntutan terhadap terdakwa Eri Jack dengan hukuman mati tersebut, sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sehingga seluruh JPU yang menjalankan sidang di PN Bengkalis, diyakini tidak akan bermain-main.

“Kita tidak akan main-main dalam tuntutan tersebut, karena kita meyakini terdakwa adalah otak dibalik peredaran narkoba dengan barang bukti (BB) 40 Kg sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi, “ungkapnya baru-baru ini.

Sehingga, lanjutnya, terkait beredarnya informasi adanya aliran dana dari terdakwa, untuk meringankan tuntutan tidak mungkin terjadi, sebab tuntutan sudah dibacakan JPU dengan tuntutan hukuman mati, yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Sebelumnya, Komisi Yudisial (KY) akan melakukan pendalaman, sehubungan infromasi adanya dugaan isu uang yang mengalir ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, terkait dalam penanganan sidang terdakwa bandar narkoba Eri Jack.

Pendalaman informasi tersebut disampaikan Koordinator KY Riau, Hotman Siahaan, bahwa pihaknya akan terus mendalami, sejauh mana ada indikasi pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Dan pihaknya juga meminta pada masyarakat, apabila menemukan terjadi kejanggalan dalam proses persidangan di PN Bengkalis, untuk melaporkan ke Komisi Yudisial Riaun agar bisa ditindaklanjuti.

Disisi lain, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis Sutarno SH.MH juga telah mewanti-wanti dalam apel pagi, sore dan briefing terhadap seluruh Hakim yang menangani perkara Eri Jack, untuk tidak main-main dalam perkara.

Terkait hal itu, Ketua PN Sutarno juga telah meminta kepada Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni, untuk menurunkan intelijen dan Saber Pungli. Dan apabila menemukan ada hakim yang bermain-main, untuk ditangkap dan jangan diberi ampun.

Proses hukum perkara Eri Jack terungkap ada dugaan Pungutan Liar (Pungli) disana, setelah ada oknum mengaku wartawan, menerima sejumlah uang Rp. 200 juta dari istri Eri Jack bernama Tati Rozila.

Uang tersebut diberikan kepada oknum ini, tujuannya untuk meminimalisir kasus yang kini sedang menjerat Eri Jack, dengan tuntutan hukuman mati dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis.

Tuntutan hukuman mati terhadap warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis Eri Jack ini, dikarena menurut JPU terbukti secara sah, telah melakukan pemufakatan jahat, dengan kepemilikan narkoba seberat 40 kilogram dan ratusan ribu pil ekstasi.

Penangkapan Eri Jack dilakukan aparat Kepolisian Polda Riau, setelah dilakukan pengembangan dari mengamankan dua kurir Zulfadli dan Aldo di sekitar Kabupaten Siak pada beberapa bulan lalu.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!