Minimalisir Pungli, KY Lakukan Pendalaman Isu Yang Menerpa PN Bengkalis, Soal Sidang Eri Jack

Diterbitkan Tanggal: 30 / 11 / 17

Kategori: | HUKUM & KRIMINAL, KORUPSI, NARKOBA, Pekanbaru, TODAY |

RIAUEXPRESS, PEKANBARU – Komisi Yudisial (KY) akan melakukan pendalaman, sehubungan infromasi adanya dugaan isu uang mengalir di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, terkait dalam penanganan sidang terdakwa bandar narkoba Heri Kusnadi alias Eri Jack.

Demikian yang disampaikan Koordinator KY Riau, Hotman Siahaan, bahwa terkait Informasi tersebut, pihaknya akan terus mendalami, sejauh mana ada indikasi pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

“Selain itu, bila mana masyarakat ada yang menemukan kejanggalan dalam proses persidangan di PN Bengkalis, terkait Eri Jack, atau sidang perkara lain, silahkan untuk melaporkanke Komisi Yudisial Riau untuk dapat segera kita tindaklanjuti, “tegasnya melalui jejaring WhatsApp, Kamis (30/11/17) pagi.

Sebelumnya, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis Sutarno SH.MH menyampaikan ketegasannya kepada semua Hakim bawahannya, untuk tidak main-main dalam perkara Eri Jack.

Sehingga, menurutnya, setelah mendengar isu tersebut, dia mengakui, setiap apel pagi, sore dan briefing, seluruh Hakim sudah diwanti-wanti, untuk tidak coba bermain dengan perkara tersebut.

Bahkan, dirinya sampaikan, telah meminta kepada Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni, untuk menurunkan intelijen dan Saber Pungli. Dan apabila ditemukan ada yang bermain-main dalam perkara tersebut, untuk segera ditangkap dan jangan diberi ampun.

Proses hukum perkara Eri Jack terungkap ada dugaan Pungutan Liar (Pungli) disana, setelah ada oknum mengaku wartawan, menerima sejumlah uang Rp. 200 juta dari istri Eri Jack bernama Tati Rozila.

Uang tersebut diberikan kepada oknum ini, tujuannya untuk meminimalisir kasus yang kini sedang menjerat Eri Jack, dengan tuntutan hukuman mati dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis.

“Carikan dia, jumpakan dengan aku. Aku kasi dia duet (200 juta), aku kasi karena dia janji mau bantu aku untuk selesaikan kasus abang (Eri Jack), “ujarnya di PN Bengkalis, Kamis (23/11/17) lalu.

Sesuai pengakuan Tati, pemberian kepada oknum tersebut ada buktinya berupa kwitansi dengan nilai Rp 200 juta berisi ‘titipan sementara’. Dan saat menyerahkan uang kepada oknum tersebut, juga ada saksinya.

Terdakwa warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis Eri Jack ini, dituntut JPU dengan hukuman mati, karena dinyatakan terbukti secara sah, telah melakukan pemufakatan jahat, dengan kepemilikan narkoba seberat 40 kilogram dan ratusan ribu pil ekstasi.

Penangkapan Eri Jack dilakukan aparat Kepolisian Polda Riau, setelah dilakukan pengembangan dari mengamankan dua kurir Zulfadli dan Aldo disekitaran Kabupaten Siak pada beberapa waktu lalu.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!