Tanggapi Pledoi PH Terdakwa Bandar Narkoba, JPU Tetap Bersikukuh Tuntut Hukuman Mati Terhadap Eri Jack

Diterbitkan Tanggal: 28 / 11 / 17

Kategori: | BENGKALIS, NARKOBA, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis tetap bersikukuh pada tuntutan awal, yakni ‘hukuman mati’, terhadap terdakwa dugaan kepemilikan sabu seberat 40 Kg dan ratusan ribu pil ekstasi, Heri Kusnadi alias Eri Jeck, terdakwa.

Pernyataan JPU ini, terungkap dalam Sidang lanjutan kasus tersebut, di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis dengan agenda sidang pembacaan tanggapan JPU terhadap pembelaan Penasehat Hukum (PH) terdakwa Eri Jeck, Selasa (28/11/17) sekitar pukul 11.00 WIB.

Sidang ini dipimpin Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno SH.MH, didampingi 2 Hakim anggota yang sebelumnya Wimmi D. Simarmata, SH digantikan Zia Ul Jannah Idris, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan dari pihak JPU Kejari Bengkalis, Andy Sunartejo, SH dan Handoko, SH.

Agenda pembacaan tanggapan JPU terhadap nota pembelaan terdakwa pemilikan sabu 40 Kg dan ratusan ribu pil ekstasi ini, terdakwa Eri Jeck didampingi Pedamping Hukum (PH) Windrayanto, SH.

Dalam pembacaan tanggapan sari PH Eri Jack ini, JPU menyampaikan, pendapat PH Eri Jeck tidak terbukti sacara sah dan meyakinkan, bahwa mengharuskan dibebaskan dari hukuman pidana mati itu tidak mendasar. Dan dinyatakan terdakwa hanya sebagai penghubung dalam nota pembelaan itu, haruslah ditolak dan dikesampingkan.

“Kami tetap pada tuntutan (awal) terhadap terdakwa (hukuman mati), “ungkap JPU Handoko.

Terkait tanggapan JPU ini, PH Windrayanto meminta waktu sepekan untuk mengajukan duplik atau tanggapan atas replik atau tanggapan JPU di persidangan tersebut. Dan sidang lanjutan ini akan kembali digelar pada hari Selasa (05/12/17) bulan depan.

Sebelumnya, terdakwa Eri Jack warga Desa Jangkang ini, dituntut JPU dengan hukuman pidana mati, karena terbukti secara sah dan meyakinkan melawan hukum, pemuafakatan jahat memiliki menyimpan tanpa hak melebihi 5 gram.

Hal ini sesuai dengan pasal pertama Pasal 114 ayat (2) Jo 132 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dan Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Pemuafakatan jahat melakukan mengedaraan narkotika jenis sabu 40 Kg dan ratusan ribu pil ekstasi tersebut terungkap, setelah dilakukan penyitaan dan penangkapan dua orang kurir di Kab. Siak, yang asalnya dari Bengkalis, atas perintah terdakwa Eri Jeck.

Dan Eri Jeck juga dituntut bersalah memiliki barang bukti sabu sesuai dengan barang bukti 11 gram ditemukan di rumah juga melebihi 5 gram.**Red,

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!