Sidang Pledoi Bandar Narkoba: Dituntut Mati, Sambil Menangis Eri Jack Mau Tobat

Diterbitkan Tanggal: 23 / 11 / 17

Kategori: | BENGKALIS, NARKOBA, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis kembali menggelar sidang kasus terdakwa bandar narkoba 40 Kg dan ribuan pil ekstasi, Heri Kusnadi alias Eri Jack, dengan agenda bacaan nota pembelaan (Pledoi), Kamis (23/11/17) pagi

Dalam pembelaan berjumlah 50 halaman ini, terdakwa keberatan atas tututan hukuman mati dan meminta pada Majelis Hakim untuk meringankan hukumannya, sambil menundukkan kepala dan menangis tersedu-sedu.

Eri Jack didampingi Penasehat Hukum (PH) Windrayanto katakan, bahwa dirinya mengaku hanya penghubung dari orang bernama Lim alias Uncle, yang menghubungi dirinya sekitar bulan April lalu melalui telepon, untuk menginformasi kepada Anto (DPO) agar mengambil narkoba tersebut di Batu Pahat, Selangor, Malaysia.

Setelah Anto mengambil narkoba jenis sabu, Eri Jack mengaku menghubungi Zulfadli (kurir) untuk menjemput narkoba di Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

“Namun apakah berat barang bukti dengan bersih 86.348 gram atau tidak, saya tak tahu kebenarannya, “ungkapnya didepan majelis hakim.

Waktu penangkapan oleh kepolisian, dia hanya tahu barang bukti yang diamankan darinya adalah 11.4 gram. Dan menjelaskan mendapat perlakukan tidak manusiawi dari penyidik untuk mengaku kepemilikan 40 Kg sabu dari 2 kurir yang ditangkap di Siak.

“Saya meminta hakim mempertimbangkan tuntutan Jaksa untuk keringanan, “ujar terdakwa Eri Jack terisak-isak sembari mengaku ingin bertaubat.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sutarno, didampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata dan Aulia Fhatma Widhola. Sedangkan JPU Kejari Bengkalis Handoko.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!