Pemkab Rohil Telah Upayakan Pembangunan Jalan Ujung Tanjung Bagansiapiapi

Diterbitkan Tanggal: 15 / 11 / 17

Kategori: | OTONOMI, Rohil, TODAY |

Bupati Suyatno ketika jumpai anggota DPR RI

 

RIAUEXPRESS, BAGANSIAPIAPI – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) terus perjuangkan pembangunan jalan lintas Ujung Tanjung Bagansiapiapi. Dalam memperjuangkan pembangunan jalan lintas Ujung Tanjung Bagansiapiapi itu, selama ini Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir telah sering mengajukan usulan ke pemerintah pusat karena jalan itu merupakan tanggungjawab pemerintah pusat.

Kegigihan Pemerintah Rokan Hilir sehingga membuahkan hasil dibuktikan bahwa pemerintah pusat telah menjamin pembangunan rigid jalan lintas Ujung Tanjung-Bagansiapiapi yang merupakan jalan lintas Nasional itu mulai dikerjakan pada 2018 mendatang.

“Kita maunya tahun ini, tapi terlambat masuk mengingat APBN Perubahan 2017 sudah diketuk palu, sudah dikunci. Tapi untuk 2018 mereka sudah menjamin pembangunan jalan rigid Ujung Tanjung-Bagansiapiapi,” kata Bupati usai mengukuhkan Dewan Hakim dan Majelis Hakim MTQ ke-XIV Rohil baru-baru ini.

Bupati berkeinginan bila anggaran pembangunan jalan tersebut sudah ada, nantinya akan dibangun fokus pada bagian yang rusak parah.

“Rencana saya 2018 kalau sudah jebol nanti katakan dapat 5 kilo. Jadi yang 5 kilo itu dibangun tidak memanjang, saya ambil yang rusak parah dulu. Misalnya di Kepenghuluan Labuhan Tangga, kemudian Labuhan Tangga tarik ke Bagansiapiapi, selanjutnya Sungai Sialang atau Teluk Pulau yang rusak parah. Itu salah satu gambaran pembangunannya nanti, “jelasnya.

Demikian juga di Kecamatan Kubu, dimana kecamatan tertua itu tahun ini masuk anggaran Rp20 miliar, ditambah Rp8 miliar dari provinsi. 2016 saja, lanjutnya, Kubu juga dapat Rp25 miliar.

“Lumayan Kubu, karena itu hutang saya nanti. Kecamatan Kubu bagaimanapun menjadi target saya dan harus siap, “ucap Suyatno.

Pemkab Rohil juga sudah mengusulkan pembangunan jalan yang dimulai dari Jembatan Pedamaran II hingga ke Teluk Bano, Kecamatan Pekaitan.

“Nah kalau ini sudah jadi, dan jalan lintas pesisir sudah jadi, kemudian perbatasan Rohil dengan kampung rakyat yang saat ini sedang dikerjakan, maka dua tahun kedepan itu tidak ada lagi daerah kita menjadi daerah yang terisolir, karena sudah bisa dilewati dengan kendaraan roda empat, “katanya.

Saat ini, sambung dia, tinggal jalan lintas Sinaboi-Dumai yang sedang diperjuangkan, bahkan persoalan itu juga sudah disampaikan kepada Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman.

“Bila nanti jalan lintas Sinaboi-Dumai yang panjangnya 54 kilo itu tembus, bayangkan saja disepanjang pantai didaerah itu akan dibangun pelabuhan peti kemas, akan dibangun pabrik-pabrik. Makanya kita sudah bilang sama pak Walikota dan teman-teman di DPRD Dumai jangan kita persoalkan tapal batas Dumai dengan Rohil, karena kita masih dalam satu kesatuan Riau, jangan kita perdebatkan, “katanya.

“Bilamana ini sudah menyatu, kita orang Bagan mau ke Dumai bisa mencapai satu jam. Bilamana nanti Dumai-Pekanbaru sudah selesai dibangun Jalan Tol yang saat ini sedang dikerjakan, itu menempuh jarak dua jam. Jadi kita ke Pekanbaru lewat Sinaboi lebih kurang 3 jam. Jadi, perkembangan-perkembangan setiap tahun itu pasti ada, “tambah Suyatno.**Adv/Hms.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!