Pembacaan Nota Keuangan APBD 2018, Silpa Bengkalis 2017 Hanya Rp.50 Milyar

Diterbitkan Tanggal: 13 / 11 / 17

Kategori: | BENGKALIS, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Pemerintah kabupaten Bengkalis menyampaikan nota keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bengkalis tahun 2018, Senin, (13/11/17) siang.

Nota keuangan ini dibaca oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir dalam Sidang Paripurna di Gedung DPRD Bengkalis jalan Antara.

Selain dihadiri Wakil Ketua DPRD Indra Gunawan dan Zulhelmi, juga dihadiri oleh 30 anggota DPRD Bengkalis. Sedangkan dari pihak eksekutif dihadiri sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah Pemkab. Bengkalis.

Dalam pemaparannya Amril menjelaskan anggaran pendapatan Bengkalis pada tahun 2018 mendatang mencapai Rp. 3,760 Triluan lebih itu, yang pendapatannya dari beberapa sumber.

Diantaranya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp. 615 Milyar, juga dari dana perimbangan yang akan masuk pada APBD Bengkalis sekitar Rp. 2,650 Triliun lebih. Selain itu, ada pendapatan daerah yang sah lainnya sekitar Rp. 403,300 Milyar.

“Yang dari tiga sumber inilah penghasilan untuk pelaksanaan APBD 2018 mendatang, “ungkap Amril.

Sementara itu, untuk belanja daerah pada tahun 2018 medatang sekitar Rp. 3,626 Triliun, yang belanja ini terdiri dari beberapa jenis belanja, yakni untuk belanja langsung, belanja tidak langsung dan belanja untuk pembiayaan Daerah. Untuk belanja tidak langsung sekitar Rp. 1, 430 Trliiun. Sedangkan belanja langsung sekitar Rp. 2,188 Triliun

Sementara sisanya pembiayaan daerah sekitar Rp. 50 Miliar, yang pembiayan daerah ini berasal dari penerimaan yang bersumber dari sisa lebih pengguna anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.

Amril menegaskan APBD 2018 ini penggunaannya akan di fokuskan pada beberapa proritas daerah. Diantaranya pembangunan di empat gerbang Bengkalis yakni gerbang Bengkalis  Bantan,  Bukit Batu Siak Kecil,  Rupat, Rupat Utara dan Gerbang Mandau, Pinggir.

“Dimana kita ketahui di empat gerbang tersebut memiliki persoalan tersendiri. Seperti pembangunan infrastruktur serta akses pelayanan masal yang belum baik, “jelasnya.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!