Selama 3 Hari, Pria ini Disekap dan Diperkosa 3 Orang Gadis

Diterbitkan Tanggal: 12 / 11 / 17

Kategori: | HUKUM & KRIMINAL, INTERNASIONAL, TODAY |

RIAUEXPRESS, AFRIKA SELATAN – Kepolisian kota Pretoria, Afrika Selatan saat ini sedang mengusut kasus yang tak lazim dan cukup merepotkan.

Kasus itu adalah kasus penculikan yang diikuti perkosaan beramai-ramai yang menimpa seorang pria.

Kini polisi tengah memburu tiga perempuan muda yang diduga sebagai pelaku penculikan dan pemerkosaan itu.

Kasus ini diketahui setelah korban, pria berusia 23 tahun, melapor kepada polisi setelah dia diculik dan diperkosa selama tiga hari.

Kepada polisi pria asal Pretoria itu mengatakan, pada 19 Mei lalu dia menghentikan sebuah taksi. Tak dinyana di dalam taksi itu sudah ada tiga orang perempuan muda.

Juru bicara kepolisian Prestoria Kapten Collette Weilbach mengatakan, pria itu menceritakan salah seorang perempuan dalam taksi itu memerintahkan dia duduk di kursi depan.

Tanpa menaruh curiga, pria itu kemudian masuk ke dalam taksi dan duduk di kursi depan.

“Saat itulah, dia merasakan sebuah suntikan di lehernya yang membuatnya jatuh pingsan,” kata Colette.

Saat siuman, lanjut Colette, pria itu berada di sebuah kamar dengan tempat tidur “single”.

“Para perempuan itu kemudian memaksa dia menenggak minuman berenergi sebelum kemudian bergantian memerkosa dia,” tambah Colette.

Colette melanjutkan, setelah tiga hari diculik dan diperkosa, pria itu kemudian ditinggalkan begitu saja di sebuah lahan kosong di Benoni sekitar 48 kilometer sebelah selatan Pretoria.

Kapten Colette menambahkan, pria itu terlihat sangat trauma dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis.

“Kepolisian Afrika Selatan menganggap semua kasus pelecehan seksual sebagai masalah serius apapun gender korbannya,” ujar Colette.

Polisi kini tengah memburu ketiga perempuan itu serta sang pengemudi taksi dan meminta warga menghubungi polisi jika memiliki informasi soal para tersangka.

Kepolisian juga menyelidiki kemungkinan kasus serupa pernah terjadi tetapi luput dari pantauan.**Red.

Sumber: kompas.com.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!