Wujudkan Pelabuhan dan Industri Buruk Bakul, Seluruh Stakeholder Mendukung, Tinggal Keseriusan Pemkab. Bengkallis

Diterbitkan Tanggal: 07 / 11 / 17

Kategori: | BENGKALIS, OTONOMI, TODAY |

Diskusi soal Pelabuhan dan Kawasan Industri Buruk Bakul

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Tolkshow Media Lipun Clab (MLC) yang disiarkan secara live RRI Pro 1 Bengkalis, dengan tema “Wujudkan Pelabuhan dan Kawasan Industri Buruk Bakul” di halaman Rumah Dinas Ketua DPRD jalan Antara berjalan lancar, Selasa (07/11/17) jelang siang.

Sebagai mediator MLC acara tersebut Wan M. Sabri, dengan dihadiri berbagai Stakeholder terkait, juga dari teras Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkalis, melalui juru bicara Rafiani, yang merupakan salah satu nara sumber menyampaikan, bahwa mewujudkan Pelabuhan dan Industri Buruk Bakul merupakan prospek yang sangat bagus.

“Namun begitu, pihak DLH belum bisa melakukan pengkajian Dampak Lingkungan, karena lokasi titik perencanaannya belum ada, sehingga kita menunggu hasil dari kesepakatan dimana titik kawasan yang akan dijadikan lokasi Pelabuhan dan Industri, “ujar dari perwakilan DLH ini.

Sementara itu, Disdagprin Bengkalis melalui Raja Erlangga menyampaikan, bahwa Buruk Bakul cukup bagus sekali dijadikan Kawasan Industri dilihat dari giografinya dan juga tingkat kedalaman lautnya hingga 2,7 meter.

Sebenarnya, sejak tahun 2011 lalu, di Buruk Bakul sudah dilakukan uji kelayakan untuk dijadikan Pelabuhan dan Kawasan Industri, dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Kehutanan, Perhubungan, Bapendda dan lainnya.

“Tapi, yang jadi persoalannya sekarang, soal RT/RW nya, dan untuk pengurusan tingkat Kabupaten harus berdasarkan dari Provinsi, sedangkan rencana Kawasan Industri tingkat Provinsi, soal RT/RW nya saja sampai sekarang belum juga final, “terangnya.

Diakuinya, Master Plan sudah ada, dan bahkan blok-blok pemetaan wilayah Industri serta Pemukiman juga sudah dibuat. Tinggal lagi melakukan membebaskan lahan di kawasan tersebut.

Sementara itu, dari pihak Bappeda Bengkalis melalui Kabid Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Syahrudin, mengakui, ‎sejak lama sudah Pelabuhan dan Industri Buruk Bakul digaung-gaungkan.

“Sebanarnya kita sudah ketinggalan, sebab dari sejak 2011 lalu sudah dibahas, bahkan di Buton saat itu belum ada rencana, kita sudah buat perencanaan, tapi malah Buton duluan yang membuat, “terangnya.

Menurutnya, hanya sehubungan dengan kebijakan, yang membuat di Buruk Bakul sampai sekarang belum juga terwujud Kawasan Industri. Namun apapun persoalannya, kita tinggal mengimplementasikannya.

Sementara itu, JM Pelindo Sei. Pakning Al-Abrar menegaskan, apabila Pemda Bengkalis serius soal Kawasan Industri Buruk Bakul, pihaknya siap untuk pembangunan Pelabuhan dan Pergudangan.

“Kita siap siap membuka kerjasama, kita tinggal menunggu keseriusan Pemkab. Bengkalis saja, tinggal eforia yang dulu, kita mulailah membangun untuk perekonomian, “ungkapnya.

Sementara itu, KSOP Pakning Purgana mengakui, sudah lama mendengar Buruk Bakul akan jadi Pelabuhan dan Kawasan Industri, tapi kenapa lebih duluan Buton yang mewujudkannya.

“Artinya meski dari KSOP hanya sebatas membantu non formal, tapi untuk mewujudkan Pelabuhan dan Kawasan Industri di Buruk Bakul, kami sangat setuju dan mendukung, mudah-mudahan harapan kita segera dapat terlaksana, “ujarnya.**Red.‎

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!